oleh

Timah Diangkut Pakai Speed Pancung

PANGKALPINANG — Tim Hiu Macan Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengungkap dan menggagalkan upaya penyelundupan timah keluar Babel.

Sebanyak 77 karung atau perkiraan berat 3,5 ton pasir timah kering diamankan Tim Hiu Macan di Pantai Terentang, Bangka Tengah, pada Senin (2/11) sekira pukul dinihari.

Direktur Polairud Polda Babel, melalui Kasubdit Gakkum Kompol Ade Zamrah, kepada wartawan mengungkapkan, pasir timah kering itu diangkut menggunakan kapal Speed Pancung yang menggunakan mesin 40 PK, menuju KM Intan 12 yang menunggu ditengah laut.

“Timah ini diangkut menggunakan Kapal Speed Pancung, mesinnya 40 PK. KM Intan 12 ini menunggu ditengah laut,” ungkapnya, Senin siang.

Terungkapnya upaya penyelundupan pasir timah kering itu, menurut Kompol Ade Zamrah, berawal dari informasi yang diperoleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Direktorat Polairud, bahwa akan ada penyelundupan timah di Pantai Terentang, Desa Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Kompol Ade Zamrah menuturkan, awalnya pada hari Minggu tanggal 01 November 2020 sekira pukul 15.00 WIB, Tim Hiu Macan mengamankan Kapal KM Intan 12 di perairan Tanjung Tuing, Kabupaten Bangka, yang diduga akan mengambil timah.

Dari hasil interogasi kapten kapal, bahwa yang bersangkutan sedang memesan BBM kepada A sebanyak 2,5 ton. Setelah A datang mengantar BBM jenis solar, Tim Hiu Macan menginterogasi A, dan yang bersangkutan mengakui akan mengambil timah dari daerah Pantai Terentang, Bangka Tengah.

Selanjutnya pada hari Senin sekitar jam 01.00 WIB dinihari, S (Kapten KM Intan 12) dan A dibawa oleh Tim Hiu Macan menuju lokasi yang direncanakan untuk mengambil timah tersebut.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Tim Hiu Macan mengamankan R (Kapten Speed Pancung 40 PK) yang sedang mengangkut timah, dan U selaku pengawas lapangan pada kegiatan tersebut.

“Dari keterangan saudara A, kegiatan ini adalah yang kedua kali, setelah bulan lalu pernah melaksanakan kegiatan yang sama di Pantai Terentang,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya KM. INTAN 12 / 16 GT berikut dokumen pelayarannya, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan R, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan sH alias A, pasir diduga timah sebanyak 77 kantung dengan perkiraan berat sekitar 3,5 ton, GPS, dan Handphone.

“Orang yang kita amankan ada 12 orang. Dari hasil pemeriksaan sementara ini, 3 orang ditetapkan tersangka, 9 lainnya masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut,” kata dia.

Masih kata Kompol Ade Zamrah, para tersangka dijerat Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dan pasal 323 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan