oleh

Timgab Tindak Tegas TI Rajuk Ilegal

BANGKA TENGAH — Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan liar yang beroperasi di kawasan Dam Jebol Desa Lampur, perbatasan Desa Munggu, Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah.

Tim gabungan Satpol PP Provinsi, Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah, dan Polres Bangka Tengah, menindak tegas Tambang Inkonvesional jenis Rajuk di lokasi tersebut, Rabu (30/04/2019). Kegiatan tersebut di Pimpin langsung oleh Kasat Pol PP Provinsi Yamowa’a L.SH. Harefa, AP.

Kasat Pol PP Provinsi kepulauan Bangka Belitung Yamoa Arepa mengatakan, penertiban yang dilaksanakan hari ini atas Intruksi Gubernur, menindaklanjuti pengaduan warga terkait aktivitas TI yang sudah sudah mendekati area dekat jalan raya.

“Siang ini kita lakukan penertiban atas instruksi Bapak Gubernur, menindaklanjuti pengaduan masyarakat, kalau di Dam Jebol ini banyak aktivitas penambangan liar beroperasi dan sudah mendekati bibir jalan, penertiban kali ini kita juga dibantu oleh kepolisian dari Polres Bateng dan Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah dengan berjumlah personel lebih dari 100 personil, agar mereka tidak lagi menambang disini terpaksa kita bakar ponton dan sakan yang ada di lokasi,” ujarnya kepada awak media saat melakukan penertiban.

Razia ini diduga sudah bocor duluan, sehingga saat tim gabungan tiba di tempat tidak ada aktivitas penambangan.

“Sepengetahuan Saya tidak ada keterlibatan oknum dari instansi manapun yang membekingi di kawasan ini. Tapi kalau dugaan razia ini sudah bocor duluan, ya, seperti yang rekan – rekan lihat sendiri kondisinya seperti ini, sepi tidak ada aktivitas,” kata Dia.

Masih kata Yamowa, dirinya juga berharap tidak ada lagi aktivitas penambangan di kawasan ini, agar kejadian banjir parah seperti lima tahun yang lalu tidak terulang lagi, dimana jembatan ini pernah roboh akibat penambangan.

“Lima tahun lalu jembatan ini pernah roboh oleh banjir akibat penambangan ilegal ini. Diharapkan kejadian ini tidak terulang lagi, kalau terus terusan didiamkan, tanah akan turun dan jembatan bisa roboh lagi. Karena sudah banyak anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Intinya hari ini tempat ini harus steril dari para penambang,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan