PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil, menghadiri rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-265 Kota Pangkalpinang, yang digelar di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang, Sabtu (17/9).

Dalam sambutannya, Maulan Aklil mengungkapkan tonggak sejarah peringatan hari jadi Kota Pangkalpinang, didasarkan pada kajian historis dibentuknya pangkal-pangkal di Pulau Bangka sebagai tempat kedudukan Demang dan Jenang, atas perintah dan kebijakan Kesultanan Palembang Darussalam Susuhan Sultan Ahmad Najamuddin 1 Adi Kesumo, sejak pengangkatannya sebagai sultan pada tanggal 17 September 1757 atau bertepatan dengan tanggal 3 Muhharam 1171 Hijriyah.

“Pangkalpinang adalah salah satu dari 13 pangkal yang didirikan di Pulau Bangka pada masa itu. Pangkal bermakna suatu wilayah yang dibentuk dan didirikan dengan fungsi sebagai pusat segala aktifitas dan kegiatan dimulai. Sebagai pelabuhan, pusat pasar atau perniagaan, serta sebagai pusat distrik atau pusat pemerintahan,” ungkapnya.

Sedangkan spesifiknya, kata pinang adalah nama jenis tanaman palma multifungsi yang endemic tumbuh di wilayah dekat pangkal yang didirikan, dan pohonnya menjulang ke atas.

Pangkalpinang pada masa Kesultanan Palembang sejak tahun 1757, lambat laun berkembang pesat dengan perjalanan sejarah serta aktivitas kehidupan menjadi kampung.

“Selanjutnya menjadi kampung besar pada masa kekuasaan Inggris (tahun 1812-1816), Pangkalpinang menjadi satu pusat pemerintahan dan penambangan timah yang produktif,” imbuhnya.

Sejak tahun 2021 realisasi pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang berhasil mencapai angka positif yang sangat signifikan dari tahun 2020, terkontraksi minus 3,02 persen menjadi plus 9,27 persen di tahun 2021.

Menurutnya, pembangunan Kota Pangkalpinang tahun depan disesuaikan dengan program pemulihan ekonomi nasional, dengan fokus pada penguatan usaha mikro kecil dan menengah serta ekonomi kreatif.

Walikota optimis asumsi untuk tahun depan tingkat laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan pada di kisaran angka 5 persen, angka pengangguran terbuka diproyeksikan sebesar 6,25 persen, jumlah penduduk miskin sekitar 4 persen.

“Mari kita wujudkan kemajuan menuju masa depan Pangkalpinang yang gemilang, yaitu terwujudnya kehidupan masyarakat yang senyum agik (sejahtera, nyaman, unggul dan makmur),” pungkasnya. (Nila0