HEADLINE

Tongkang Yang Hanyut Belum Ditemukan

×

Tongkang Yang Hanyut Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Kapolres Bangka Selatan AKBP Joko Isnawan, melalui Kasat Polair AKP Slamet Riyadi mengatakan kapal tongkang Limestone/Dolomite (batu kapur_red), milik perusahaan Quanta Indonesia Jabar yang hanyut di laut Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan belum ditemukan hingga sore hari, Selasa (07/09/21).

Dijelaskan AKP Slamet Riyadi, sekitar pukul 14.30 WIB Polairud Polres Bangka Selatan berangkat dari pelabuhan ikan Jeki Sukadamai telah melakukan pencarian tongkang dengan dengan nama lambung TK SMS 233. Hasilnya belum ditemukan keberadaannya di perairan laut wilayah kecamatan Toboali dan sekitarnya.

“Hasilnya belum di temukannya tongkang hanyut dikarenakan sudah terbawa arus dan angin sehingga sudah tidak temukan lagi keberadaan tongkang di koordinat titik awal putusnya tali towing tongkang,” ujar Slamet dikonfirmasi Kabarbangka.com.

Slamet mengatakan, tidak menutup kemungkinan juga tongkang karena lama-lama terbalik apabila tidak di atasi yang diakibatkan karena kelebihan muatan Limestone/Dolomite sebanyak 3.302.644 MT dan cuaca buruk di perairan laut Toboali.

“Kita terus koordinasi dengan Syahbandar Tbi,Posmat AL Tbi serta pihak Agen pelayaran dan perusahaan untuk pencarian dan penarikan kembali serta menggalang masyarakat nelayan untuk sumber informasi keberadaan tongkang,” ujar Slamet.

Diberitakan sebelumnya, sebuah tongkang membawa muatan Limestone/Dolomite (batu kapur_red) dengan nama lambung TK SMS 233 hanyut di hanyut di perairan laut Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan dititik koordiniat 03′ 13′ 423′ LS 106′ 27′ 790 BT setelah tali penariknya (towing_red) putus akibat cuaca buruk.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Joko Isnawan, melalui Kasat Polair AKP Slamet Riyadi, Senin (06/09/21) mengatakan berdasarkan laporan, peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (01/09/21), sekitar pukul 06.00 WIB.

Tongkang ini dari pelabuhan asal Port Jetty Multi Purposed Pacitan( ASDP Lamongan) dengan tujuan Pelabuhan Boom Baru Palembang sudah dalam keadaan miring. Dan sekira pukul 10.30 WIB, tali towing tongkang tersebut putus dan hanyut di perairan laut Kecamatan Toboali Basel. Tidak ada menimbulkan korban jiwa dan tongkang masih berada di perairan laut Toboali.

“Nakhoda adalah Fransiscus Gunadi dengan crew berjumlah 10 orang dengan tongkang muatan Limestone Dolomite atau batu kapur bahan pembuatan pupuk. Adapun kejadian hanyutnya tongkang dugaan sementara diakibatkan karena putusnya tali towing tongkang,”ujar AKP Slamet dikonfirmasi Kabarbangka.com. (Yusuf)