oleh

Tutup Kejuaraan Silat Kajari Cup, Helena Ingin Buktikan Pencaksilat Milik Indonesia

BANGKA BARAT — Kejuaraan Pencaksilat Kajari Bangka Barat Cup 2021 yang telah berlangsung selama tiga hari berakhir hari ini, Jum’at ( 9/4 ) sore. Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne secara resmi menutup perhelatan para pendekar antar perguruan ini di Gedung Serba Guna ( GSG ) Kecamatan Muntok.

Perguruan Tapak Suci berhasil meraih juara umum dengan mengoleksi 58 medali. Di posisi runner-up, ada perguruan Satria Muda Indonesia dengan perolehan 55 medali. Sedangkan perguruan Persinas Asad harus puas di tempat ketiga dengan menggondol 39 medali.

Acara penutupan diselingi penyerahan plakat cinderamata dan pemakaian sabuk pendekar dari Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia ( IPSI ) Bangka Barat kepada Helena Octavianne.

Ketua IPSI menyerahkan plakat cinderamata kepada Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne pada acara penutupan Kejuaraan Pencaksilat Kajari Cup 2021 di GSG Kecamatan Muntok, Jum’at ( 9/4 ).

Helena dalam sambutannya mengaku sangat bangga dan tersanjung dengan kompetisi ini bisa dinamakan Kajari Bangka Barat Cup. Kejuaraan ini sebut dia untuk menunjukkan kepada dunia,
bahwa pencaksilat itu milik Indonesia.

” Dari awal saya ditempatkan di Bangka Barat saya turun dari pesawat saya lihat di Bangka Barat ada yang namanya pencaksilat Pangkalberas. Dari situ lah saya bilang, oo kalau begitu pariwisata di Bangka Barat bagus dong karena silatnya maju,” tutur Helena.

Namun Helena merasa kecewa karena pariwisata Bangka Barat ternyata tidak seperti yang ia harapkan.

” Sampai disini nggak ada apa – apa. Saya hubungi langsung Plt. Dinas Pariwisata, Pak Seno tolong dong bikin dong, kita bikin seperti di Bali, misalnya kalau di Bali, Barong tiap hari. Ada Tari Kecak, kenapa nggak kita bikin sendra silat. Jadi seminggu atau sebulan sekali diadakan pertunjukan silat. Alhamdulillah setahun lebih saya disini baru lah saya bisa bikin yang namanya Kajari Cup. Jadi omongan itu sudah setahun lebih hampir dua tahun. Akhirnya saya hanya bikin Kajari Cup tidak jadi bikin yang namanya sendra silat tadi,” ungkapnya.

Ketua KONI Bangka Barat, H. Muhammad Amin menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kejuaraan Pencaksilat Kajari Cup 2021 di GSG Kecamatan Muntok, Jum’at ( 9/4 ).

Kendati niatnya untuk membuat sendra silat tidak tercapai, Helena tetap merasa bangga dengan Kajari Cup ini. Dia mengajak semua atlet untuk terus bersemangat karena masih ada keinginan lain yang ingin ia wujudkan.

” Karena nggak cuman Kajari Cup, saya pingin nanti ada juga festival uji terampil. Ke depannya harus bikin seperti itu. PR baru nanti untuk Ketua IPSI. Karena nggak cuma bertanding, kita bikin lagi nanti kegiatan – kegiatan lain,” tukasnya.

” Insya Allah kalau ada rejeki yang diberikan untuk kita semua kesehatan dan juga rezeki yang lain, kita buat lagi acara ini. Saya berani bilang seperti ini karena saya nggak mau kita cuma diem. Kita majukan pencaksilat Bangka Barat terutama pencaksilat Indonesia untuk dunia,” cetus Helena.

Di lain pihak, Ketua IPSI Bangka Barat, Ivan Setiawan mengatakan, dari hasil kejuaraan ini, para atlet akan terus dibina untuk mendapatkan bibit – bibit potensial menyambut ajang POPDA, O2SN dan lain – lain.

” Dan tidak lupa kita sama – sama disini menyaksikan bahwa Ibu Kajari Bangka Barat telah memberikan ruang yang luas untuk IPSI karena beliau peduli dengan pencaksilat yang ada di Bangka Barat,” tutup Ivan. ( SK )

News Feed