HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Usai Diamankan, 2287 Butir Telur Penyu Dibawa ke Lokasi Penetasan

×

Usai Diamankan, 2287 Butir Telur Penyu Dibawa ke Lokasi Penetasan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Dua orang diamankan Tim Hiu Macan Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Polisi Perairan Dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung di Pantai Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, pada Rabu pagi (8/6), lantaran kedapatan mengambil dan membawa 2287 butir telur penyu, salah satu jenis satwa laut yang dilindungi negara.

Direktur Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melalui Kasubdit Gakkum AKBP Toni Sarjaka mengungkapkan, dua orang yang diamankan itu salah satunya pemilik perahu, dan satu lagi yang mengambil telur penyu itu di sebuah pulau di antara perairan Bangka dan Belitung.

“Yang kita amankan dua orang. Satu pemilik perahu, satu lagi yang mengambil telur penyu itu di sebuah pulau di antara Bangka dan Belitung. Penyu adalah jenis satwa laut yang dilindungi Undang-Undang. Oleh karena itu perburuan penyu dan telurnya dilarang dan merupakan pelanggaran pidana, ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 100 juta rupiah. Hari ini kita bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Alobi Foundation, dan PT Timah Tbk, telur penyu itu dibawa ke sini untuk ditetaskan. Nanti setelah menetas anak penyu atau Tukik itu akan kita lepas kembali ke laut,” ungkap Toni Sarjaka, Rabu siang.

Dia berharap masyarakat dapat turut membantu menjaga tempat telur-telur penyu yang akan ditetaskan itu. Karena selain merupakan barang bukti perkara pidana, telur-telur penyu itu harus dijaga untuk mencegah kemusnahan satwa laut yang sudah langka tersebut.

“Untuk kasus telur penyu ini baru pertama kalinya ditangani Polairud. Tadi kami komunikasi dengan BKSDA, ini juga baru pertama kalinya di Bangka Belitung,” imbuhnya.


Padli, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, yang telah berhasil mengamankan ribuan butir telur penyu tersebut dari tangan jahil yang mengancam kepunahan satwa yang dilindungi itu.

“Selanjutnya 2287 butir telur penyu ini kami amankan di sini untuk ditetaskan secara alami. Sekitar 44 hari ke depan telur-telur penyu ini akan menetas dan kembali ke alamnya,” ujarnya.

Langkah sigap Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan ribuan telur penyu itu juga mendapat apresiasi dari Langka Sani, Koordinator Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, organisasi yang fokus dalam konservasi satwa liar yang ada di Kepulauan Bangka Belitung dan Indonesia.

“Kita sangat mengapresiasi atas langkah sigap Polairud yang mengamankan 2287 telur penyu, ini terobosan yang luar biasa di Bangka Belitung. Kita berharap ini menjadi pelajaran untuk masyarakat semua, bahwa jenis penyu ataupun telurnya, serta bagian-bagian tubuhnya sudah dilindungi Undang-Undang Indonesia, bahkan dunia. Hari ini kita juga bersama ahli penyu dari Amerika, dia bekerja di Meksiko untuk penyelamatan penyu,” kata dia.

Sementara Andi, Kepala Dusun setempat berjanji akan mengajak warganya untuk turut membantu menjaga lokasi penetasan telur-telur penyu itu.

“Kita akan bantu jaga, nanti warga juga akan kita kasih tahu untuk bantu jaga tempat ini,” ujarnya. (Romlan)