HEADLINEPEMPROV BABEL

Usai Gelar Rapat Tertutup, Ini Penjelasan Panglima TNI Dan Kapolri Terkait Penanganan Covid-19 di Babel

×

Usai Gelar Rapat Tertutup, Ini Penjelasan Panglima TNI Dan Kapolri Terkait Penanganan Covid-19 di Babel

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Pesawat B-737 series 400 VIP TNI AU yang membawa rombongan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mendarat di Bandar Udara Depati Amir pukul 14.20 WIB, Sabtu (14/8).

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, bersama Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi, serta Forkopimda Babel.

Diagendakan kunjungan kerja satu hari Panglima TNI dan Kapolri, guna melakukan rapat tertutup terkait evaluasi penanganan penyebaran Covid-19, dan monitoring pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Babel yang bertempat di Gedung Tribrata Polda Babel.

Usai melakukan rapat tertutup selama 2 jam bersama Forkopimda Babel, Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan beberapa hal terkait peninjauan lapangan terhadap kasus Covid-19, yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Beberapa hari ini, saya safari bersama Kapolri ke Padang, Medan, dan Babel untuk memantau perkembangan pengendalian Covid-19 di seluruh Provinsi. Kami mengimbau kepada setiap stakeholder untuk melaksanakan tracing kontak erat, setelah menerima informasi kasus konfirmasi. Karena banyaknya penularan akibat tracing yang masih kurang optimal,” ungkap Panglima TNI, Marsekal TNi Hadi Tjahjanto

Disampaikannya bahwa sesuai dengan arahan Prresiden Jokowi bahwa ada 4 perintah yang harus dilaksanakan, antara lain adalah menekan indeks mobilitas, pelaksanaan tracing, isoter, dan vaksinasi.

“Dari beberapa tempat yang kami kunjungi semuanya sudah melaksanakan hal tersebut, namun perlu ditingkatkan, sehingga harapan kita agar angka positive rate ditekan hingga mendekati kurang dari 5% dapat segera terwujud,” jelasnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, peninjauan langsung ini dilakukan karena dalam 2 minggu terakhir terjadi pergeseran episentrum Covid-19, dari yang mulanya Jawa dan Bali, bergeser ke luar Pulau Jawa.

“Karenanya perlu ada langkah-langkah yang diambil di luar Jawa, sehingga laju pertumbuhan Covid-19 dapat dikendalikan. Kita lakukan pembatasan pada wilayah level 4, meningkatkan Protokol Kesehatan, sekaligus penegakkan aturan pada pelanggar protokol Kesehatan,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, agar pemerintah beserta stakeholders terkait dapat memberikan penjelasan yang baik kepada masyarakat, untuk mengedepankan isolasi terpusat dari pada isolasi mandiri. Karena isolasi terpusat memiliki tenaga kesehatan, serta sarana prasarana kesehatan yang lebih memadai.

“Dengan isoter, masyarakat yang dirawat bisa lebih cepat sembuh dan resiko penularan semakin bisa dihindari. Selain itu, pengawasan terhadap pasien positif bisa terlaksana lebih baik,” jelasnya.

Masukan dari Forkopimda Babel mengenai kebutuhan oksigen dan obat-obatan akan segera ditindaklanjuti, sehingga kesiapan Babel untuk mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19 dapat terlaksana.

“Kepada masyarakat, patuhi protokol kesehatan, ini untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama,” jelasnya.

Kapolri juga mengingatkan kepada para stakeholder untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan bantuan sosial dari pusat, daerah, TNI/Polri. (*)


Sumber : Dinas Kominfo Babel

READ  Ketua Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Dikukuhkan