oleh

Wabup Pantau Kondisi Lampu Jalan Yang Rusak

BANGKA — Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, menyatakan akan melaporkan pengrusakan lampu penerangan jalan yang dirusak oknum tak bertanggungjawab ke polisi.

Hal itu diungkapkan Syahbudin, saat memantau kondisi belasan tiang listrik dan panel tenaga surya yang roboh di sepanjang jalan Pantai Tikus Emas, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, pada Selasa (06/08/2019) siang.

Dari total 13 tiang listrik yang roboh, bertambah menjadi 16 tiang, dan kondisinya rusak parah. Kondisi itu terjadi di sepanjang jalan yang didatangi oleh Syahbudin bersama dinas terkait dan Satpol PP.

“Kita akan melaporkan kejadian ini ke Polres. Kepada masyarakat Kabupaten Bangka, kami sangat mengharapkan agar menjaga dan ada rasa memiliki lampu-lampu jalan yang telah dipasang oleh pemerintah itu. Mari kita ikut memelihara serta menumbuhkan rasa memiliki akan lampu-lampu jalan yang telah dipasang itu,” ungkap Syahbudin disela-sela memantau situasi dilokasi.

Dari hasil pemantauan Syahbudin di sepanjang jalan menuju Puri Tri Agung dan Pantai Tikus Emas, ditemukan deretan tiang lampu penerangan jalan yang terbaring di tanah akibat ulah orang tak bertanggungjawab, yang mengambill serta merusak panel lampu tersebut.

Dengan kondisi baut penyangga tiang yang berada diluar tiang, Syahbudin menduga hal itu memudahkan pelaku merebahkan tiang, lalu mengambil perangkat yang terpasang di tiang tersebut.

“Evaluasi kita pada kontruksinya, terutama pemasangan. Karena kita lihat rawan dimanfaatkan orang tidak bertangungjawab, bautnya ada di luar, sangat mudah di buka. Selanjutnya harus kita las dan kita cor dengan semen, supaya tertutup tidak bisa dilepas,” kata Dia.

Selain itu, Syahbudin juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk dapat melaporkan, bila melihat warga lainya merusak fasilitas umum seperti lampu jalan tersebut.

“Kita harapkan partisipasi masyarakat, agar dapat kita kontrol, karena melihat posisinya ini bukan terjadi satu malam saja. Sebenarnya sangat prihatin, yang lebih masalah bukan barang milik negara ini, namun usaha pemerintah yang ingin menjadikan gerakan menciptakan wisata terhambat. Karena ini usaha kita mendorong jadi wilayah pariwisata, jaminan keselamatan agar terang, ini diganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” keluhnya.

Akibat banyaknya rusak lampu penerangan jalan ini, masih kata Syahbudin, pihaknya akan terus mencari siapa yang merusak fasilitas lampu jalan ini? Sehingga menghambat pembangunan di daerah.

“Setelah kita inventarisir, melalui Kabid PUPR bagian Prasarana akan melakukan pelaporan ke Polres, supaya segera ditangkap pelaku yang merusaknya,” demikian Syahbudin. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan