oleh

Wanted! Polairud Buru Orang Ini

PANGKALPINANG — Penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Babel telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dalam perkara pengangkutan 77 karung pasir timah tanpa izin, sebagaimana ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara.

Puluhan karung pasir timah kering itu diamankan Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Babel di Pantai Terentang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Senin (2/11) pekan lalu.

Ketiga orang yang ditetapkan tersangka, yaitu dua orang Nakhoda kapal, dan satu orang pengurus di lapangan. Sementara pemilik pasir timah itu, hingga kini masih misterius.

“Pemiliknya masih Lidik, tapi sudah ada yang dicurigai,” ungkap Direktur Polairud Polda Babel, Mochamad Zainul di ruang kerjanya, Senin (9/11) siang, didampingi Kasubdit Gakkum Kompol Ade Zamrah.

Kompol Ade Zamrah menambahkan, saat ini belum ada penambahan tersangka. Namun penyidik Subdit Gakkum sedang memburu Jo alias Yo, orang yang diduga berperan sebagai penghubung antara pemilik timah dengan pemilik atau nakhoda kapal pengangkut.

Karena peranannya sebagai penghubung, Jo alias Yo ini diduga kuat mengetahui siapa pemilik 77 karung pasir timah yang berhasil diamankan tersebut. Kekinian, Penyidik Subdit Gakkum sudah menerbitkan Surat Penetapan Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap Jo.

“Kita sedang mencari keberadaan Jo alias Yo, dia ini berperan sebagai penghubung. Menurut informasi, Jo ini yang tahu siapa pemilik timah itu sebenarnya? Jadi kalau si Jo ini dapat, besar kemungkinan pemilik timahnya bisa terungkap,” beber Ade Zamrah. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan