Warga Kurau Timur Sampaikan Aspirasi Kepada Bupati

HEADLINE171 Dilihat

 

BANGKA TENGAH — Bupati Bangka Tengah Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM ngopi bareng warga Desa Kurau Timur, Senin (01/04/2019) malam. Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Kurau Timur, dihadiri Ketua dan Sekretaris KONI Bangka Tengah, Kades dan Perangkat Desa Kurau Timur, serta sejumlah tokoh agama dan perwakilan masyarakat setempat.

Kepala Desa Kurau Timur, Jasila, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, yang sudah banyak membantu pembangunan di desanya.

Pada kesempatan itu Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh menyampaikan, bahwa kegiatan Ngopi Bareng Bupati ini digelar karena Bupati ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat Desa Kurau Timur, yang terkait dengan pembangunan desa setempat.

“Kita ngobrol santai saja, bagaimana kita secara bersama – sama membangun kampung kita, agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kurau Timur, selain sebagai nelayan. Supaya ketika waktunya tidak bisa melaut, ada usahanya di darat,” ungkapnya.

Untuk jenis usaha yang menggunakan APBDes, Ibnu Saleh meminta jangan ada yang coba – coba, dan harus direncanakan betul – betul dengan baik.

“Kecuali usaha itu pakai dana pribadi, silahkan! Karena kalau gagal, dia sendiri yang rugi, tapi kalau usaha BUMDes yang pakai APBDes, jangan sekali – kali main coba – coba,” tegasnya.

Terkait ilmu agama, Ibnu saleh ingin anak – anak dan generasi muda belajar ilmu agama, supaya generasi selanjutnya bisa lebih baik dari generasi sekarang. Untuk honor para guru ngaji dan ustadz di TPA, menurutnya bisa dianggarkan melalui APBDes.

“APBDes bisa untuk bayar honor guru ngaji dan guru TPA, sesekali panggil ustadz untuk berceramah. Pembangunan fisik dan ekonomi itu memang penting, tapi ilmu agama untuk pembangunan akhlak anak – anak dan generasi muda juga sama pentingnya,” jelasnya.

Di era sekarang, masih sambung Dia, untuk kegiatan keagamaan dan pembangunan fisik di desa tidak perlu bingung cari dana, karena bisa menggunakan Dana Desa.

“Jika ilmu agamanya bagus, akhlak dan ibadahnya pasti bagus. Jika ilmu agama dan akhlaknya sudah baik semua, Insya Allah pembangunan juga akan baik,” imbuhnya.

Terkait kebutuhan pembangunan fisik, jika ada keperluan yang perlu dibangun, Ibnu Saleh mempersilakan mengajukan ke Bupati.

“Seperti pembangunan siring misalnya, kalau hanya seratusan meter, pakai saja dana desa. Tapi jika sudah panjang, kita akan gunakan APBD (Bangka Tengah), ajukan saja proposalnya,” kata Dia.

Pada kesempatan itu, H. Azmi selaku tokoh agama memgatakan, di Desa Kurau Timur sudah lama tidak ada pengajian seperti majelis taklim. Untuk itu H. Azmi mengusulkan supaya dianggarkan dana untuk kegiatan majelis taklim, termasuk untuk honor guru yang mengajar di majelis taklim tersebut.

“Jika ada dana untuk honor atau gaji, mungkin pengajarnya akan bersemangat,” ujarnya.

Ibnu Saleh menyambut baik usul H. Azmi. Dikatakannya, jika honor untuk para guru ngaji di majelis ta’lim tidak terakomodir dengan dana desa, sampaikan ke pemda.

“Masyarakat tidak tau ada banyak dana yang bisa digunakan, diantaranya untuk kegiatan pengajian seperti di majelis ta’lim, atau membantu warga yang sakit, ada dananya, ajukan saja,” tukas Ibnu Saleh.

Asnawi, Sekretaris Desa Kurau Timur, mewakili pengurus perpustakaan Desa Kurau mengatakan, bahwa Perpustakaan Desa sudah berdiri sejak tahun 2017. Sampai saat ini, sudah punya koleksi lebih dari seribu buku. Namun bangunan perpustakaan yang digunakan sekarang ini merupakan gedung bekas.

“Luas bangunannya 6 x12 meter pak, itu gedung bekas. Kami sedang membangun WC, hanya saja masih semi permanen. Perpustakaan Desa itu juga jadi pusat berbagai kegiatan, diantaranya untuk mewujudkan Desa Kurau Timur menjadi Desa Wisata. Kami hanya minta bangunan perpustakaan itu direhab, itu saja Pak Bupati,” kata Asnawi.

Warga lainnya, Hairi, pada kesempatan itu mewakili warga yang tinggal di wilayah yang rawan banjir, meminta agar dibangun siring sepanjang 1200 meter dan tiga plat duicker.

Diskusi masih terus berlanjut dengan berbagai usulan dan permohonan dari warga Desa Kurau Timur. Bupati Bangka Tengah nampak langsung merespon ide dan permohonan yang disampaikan oleh masyarakat.

Di penghujung acara, sejumlah warga yang hadir mendapat hadiah berupa kain sarung dari Bupati Bangka Tengah, setelah bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panitia. (Red)

Tinggalkan Balasan