oleh

Warga Protes Bau Busuk Dari Peternakan Babi

 21 total views

BANGKA — Warga Desa Rebo memprotes adanya aktifitas peternakan babi di desa setempat. Protes itu dilontarkan warga, lantaran bau busuk yang diduga berasal dari kotoran babi, yang mencapai hingga ke pemukiman warga.

Salah satu warga, Elvi Suhendri Dinata, mengaku sudah menyampaikan keluhannya kepada RT setempat, agar mengehentikan aktifitas peternakan babi tersebut pada akhir bulan Februari lalu.

“Awalnya kita sudah lapor ke RT dan langsung melihat lokasi ternak itu, secara lisan pak RT menyampaikan bahwa pemilik peternakan tidak akan menambah lagi babinya bila sudah dijual. Tapi nyatanya tidak sesuai fakta, dan pemilik tetap beraktivitas seperti semula,” ungkapnya.

Pihaknya pun melakukan upaya lagi dengan melapor ke Kadus, pada April lalu. Namun tidak menghasilkan apa-apa, sehingga pihaknya melaporkan ke Kades Rebo.

“Tanggal 11 Mei tadi ada mediasi oleh Kades, tapi tidak ada kata sepakat, karena mediasi itu yang hadir bukan dari pihak berkepentingan dari peternak itu,” terang Elvi.

Tidak bisa selesai disitu, pihak Satpol PP Bangka ikut turun tangan menyelesaikan keluhan warga Desa Rebo tersebut. Sejumlah personil Satpol PP turun ke lokasi, untuk melihat secara langsung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, Dalian Amri, melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Masyarakat, Sukma Aditya mengatakan, pihaknya sudah dua kali mendatangi peternakan babi tersebut, dan sudah diambil langkah persuasif dengan didampingi Kades setempat.

“Kita sudah dua kali mendatangi pemilik peternakan ini, agar menindak lanjuti keluhan warga sekitar untuk mengendalikan kotoran ternaknya, agar bau yang ditimbulkan tidak sampai kepemukiman warga,” ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan waktu selama tiga hari kepada pemilik untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, agar dampak dari bau adanya aktivitas peternakan babi tersebut tidak sampai ke rumah-rumah warga.

“Kita kasih tempo selama tiga hari. Kalaupun mengalami jalan buntu, kita akan tegakkan aturan yang berlaku sesuai peraturan daerah,” terang Sukma.

Sementara itu, Kades Rebo, Fendi, mengatakan salah satu kandang dari peternakan babi tersebut terlalu dekat dengan perkarangan rumah warga, sehingga diprotes karena menimbulkan bau tak sedap.

“Saat mediasi kemarin kita membuat beberapa poin, yakni memindahkan kandang atau membuat septictank. Namun mediasi saat itu tidak ada kata sepakat dari kedua belah pihak,” ungkap Fendi.

Pihaknya sendiri saat ini menyerahkan sepenuhnya kepada Satpol PP Bangka, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kita menunggu tindak lanjut dari Satpol PP, apapun keputusan yang diambil nanti, kami akan menghormatinya,” tambah Fendi.

Sementara itu, perwakilan pemilik peternakan tersebut tidak mau berkomentar terkait kedatangan Satpol PP dan keluhan masyarakat, terkait adanya bau tak sedap yang diakibatkan oleh peternakan babi tersebut. (Sho/Mg)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed