BANGKAHEADLINE

Wartawan Tersinggung Gegara Ini

×

Wartawan Tersinggung Gegara Ini

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Sejumlah wartawan dari berbagai media massa dibuat tersinggung dan kecewa, saat meliput kegiatan Vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Bangka, Jumat (15/1) pagi, di Halaman Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungaliat.

Ketersinggungan dan kekecewaan para awak media yang ingin mencari dan memberikan informasi kepada publik itu bukan tanpa sebab. Hal itu lantaran si pembawa acara atau MC, meminta wartawan lainnya minggir saat akan mengambil gambar Bupati Bangka, Mulkan, serta pejabat Forkopimda lainnya akan disuntik Vaksin.

“Teman-teman mohon perhatian untuk tetap menjaga jarak, karena kita live streaming sosial seluruh masyarakat, untuk Babel Pos dan Bangka Pos. Jadi, untuk (media) lainnya bisa berhubungan dengan Ibu Derika atau dari (Dinas) Kominfo, terimakasih,” ujar MC, Kid Cassanova, sebagaimana video yang diterima redaksi.

Mendengar informasi tersebut, para awak media lainnya langsung keluar dari area dan hanya menunggu di parkiran.

Salah satu wartawan lokal, Randhu Oktora, mengungkapkan kekecewaannya, karena tidak bisa mengambil foto dan dokumentasi lainnya.

“Saya sudah jauh-jauh datang dari Belinyu, berharap bisa ngambil dokumentasi tapi ternyata dibatasi,” ungkapnya.

Wartawan yang biasa disapa Edho itu juga mengatakan, foto ataupun dokumentasi dari orang lain tidak akan sama dengan hasil foto sendiri untuk bahan dalam pemberitaan.

“Jika foto atau video dari pihak pemerintah tentu hasilnya beda, karena bukan hasil sendiri. Jika dari sumber yang sama, maka nanti foto setiap media juga akan sama (Plagiat). Yaa Allah, semoga saya bisa jadi wartawan yang bisa meliput Pak Presiden,” kata dia.

Riski Yuliandri, wartawan media lokal lainnya, juga tak bisa menyembunyikan ketersinggungan dan kekecewaaanya.

“Pastilah (tersinggung dan kecewa). Kita kan mau ambil moment yang bagus, tapi ternyata dibatasi, hanya karena ada media tertentu yang sedang live streaming. Karena diminta keluar, kami akhirnya kumpul di parkiran,” ungkap Riski, Jum’at petang.

Sikap PWI Kabupaten Bangka

Peristiwa itu menjadi perhatian PWI Kabupaten Bangka. Dalam rilis yang diterima redaksi, Ketua PWI Kabupaten Bangka terpilih, Zuesty Novianti, menyikapi kekecewaan rekan – rekan jurnalis yang dilarang meliput kegiatan vaksinasi perdana di RSUD Depati Bahrin, Jum’at (15/1).

“Kami PWI Kabupaten Bangka, menyesali kebijakan yang dibuat pihak penyelenggara, yang terkesan mendiskriminasi media,” kata Zuesty, Jum’at.

Untuk diketahui, Vaksin Sinovac masih menuai pro dan kontra. Tidak semua masyarakat mau menerima divaksin. Untuk itu, publikasi dari kegiatan penyuntikan vaksinasi perdana yang dilakukan kepada Bupati Bangka, Wakil Bupati, Sekda Kabupaten Bangka, seharusnya dapat menjadi pemahaman positif bagi masyarakat.

Awak media dapat memberikan informasi positif kepada publik. Oleh karena itu, seharusnya pihak penyelenggara dapat memberikan akses penuh untuk semua wartawan yang bertugas, tanpa membedakan perlakukan dengan wartawan media tertentu.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bangka sebagai pelaksana fungsinya, dapat bekerja sama dengan seluruh awak media, tanpa mendiskriminasi media yang ada di Kabupaten Bangka,” imbuhnya.

Salah satu peran Pers, masih dalam rilis itu, adalah fungsi kontrol sosial. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, Pers memiliki hak untuk mengkritisi berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Fungsi Pers, juga untuk memenuhi hak masyarakat dalam mendapatkan informasi yang berkualitas dan adil.

“Negara menjamin kemerdekaan Pers, tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” demikian sikap PWI Kabupaten Bangka.

Jubir Satgas Salahkan MC

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanggulangan COvid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra menyatakan, peristiwa itu merupakan kesalahan oleh MC.

Dikatakan Boy Yandra, MC bermaksud mencegah terjadinya kerumunan, ketika hendak mengambil dokumentasi moment Bupati Bangka yang akan disuntik vaksin pertama.

“Kesalahan MC saja, kalau saya lihat. Seketika Bupati ke meja 3 mau disuntik vaksin, orang ramai-ramai mau ambil moment dan berkerumun. Jadi MC sampaikan untuk berjauhan, ditakutkan dari salah satu ada yang OTG, maka akan penularan. Itu maksudnya. Namun wartawan satu sisi mau ambil moment bagus, terjadilan seperti ini (ketersinggungan dan kekecewaan). Tetapi sudah ada Konferensi Pers dengan Bupati dan juga dengan Wabup,” demikian Boy Yandra. (Romlan)