oleh

Warung Makan Diimbau Tutup Jam 8 Malam

PANGKALPINANG — Tim gabungan gugus tugas covid – 19 Pemerintah Kota Pangkalpinang, tidak henti – hentinya melakukan sosialisasi guna pencegahan penyebaran di Kota Beribu Senyuman.

Sesuai dengan maklumat dari Kapolri maupun surat edaran dari Pemerintah Kota Pangkalpinang bahwa bagi pemilik warung makan maupun tempat – tempat keramaian, dihimbau untuk tutup jam 8 malam atau pukul 20.00 WIB.

Yang dimana kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Pemkot Pangkalpinang, Radmida Dawam dan diikuti beberapa Assisten dan Kepala Dinas, serta didukung oleh pihak TNI maupun Polri.

“Jam 8 malam itu harus tutup. Dan juga tadi saya menyarankan kepada pemilik rumah makan tersebut bagi yang belanja disuruh bawa pulang saja, atau bisa pesan gofood,” ungkap Radmida Dawam. Selasa (24/03/2020).

Dikatakan oleh Radmida bahwa sehebat apapun program terbaik dari pemerintah, jika tidak didukung oleh kesadaran dan kepatuhan masyarakat itu sendiri tidak akan pernah berhasil.

“Program pemerintah ini kan untuk melindungi masyarakatnya. Jadi sehebat apapun upaya maupun program terbaik juga kalau tidak didukung oleh kesadaran dan kepatuhan masyarakat itu sendiri, tidak akan pernah berhasil,” jelasnya.

Sebelumnya, terdapat salah satu tempat warung makan yang meminta tenggat waktu untuk menutup usahanya, Sekda Pemkot Pangkalpinang menegaskan itu tidak bisa.

“Ga bisa. Ini ga ada waktu – waktu. Corona saja kita suruh undur dulu ga mau kan. Atau kita suruh tunggu dulu, itu ga ada kan,” ucap Radmida.

Disampaikannya bahwa belum bisa dipastikan kondisi ini akan berlangsung sampai kapan. Dikarenakan untuk saat ini masih harus tetap siaga guna mencegah penyebaran covid – 19 ini.

“Kita lihat nanti apa ada perkembangan baru. Kan ini kita masih siaga. Maunya kita kan tutup dulu untuk sementara dari pagi. Tapi kan ada pertimbangan juga,” kata Radmida.

Sekda Pemkot Pangkalpinang juga menegaskan untuk pemilik panti pijat mau spa yang ada di Kota Beribu Senyuman ini menutup dari pagi sampai malam.

“Kalau untuk panti pijat dan spa itu harus tutup dari pagi sampai malam. Itu kan langsung berinteraksi. Jadi itu harus tutup,” tegasnya.

Menurut Radmida, bahwa akan ada sanksi bagi yang melanggar himbauan tersebut.

“Sudah mulai. Besok juga sudah dikenakan sanksi jika tidak diikuti himbauan ini. Kalau sanksinya seperti apa, itu dari pihak kepolisian yang memberikan sanksi nya,” pungkasnya. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan