oleh

Wisata Alam Jitu Hadapi Pandemi

Oleh: Ririn Widiastuti
Mahasiswa Prodi PGMI STAINU Temanggung

Di masa sekarang ini,masyarakat dihebohkan dengan adanya wabah Covid-19, kurang lebih tujuh bulan sejak bulan Maret Indonesia sudah dihadapkan dengan tantangan untuk menghadapi virus ini. Baik kalangan atas maupun bawah tidak ada yang siap untuk menghadapi wabah yang secara mendadak datang menghampiri. Virus ini berdampak pada semua aspek, baik aspek pendidika, ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya.

Munculnya wabah ini, masyarakat diharuskan untuk tetap di rumah saja dan menjaga kesehatan. Sehingga kerap menimbulkan kejenuhan, apalagi tanpa adanya aktifitas yang menentu. Dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19 ini, tentunya peraturan menjaga kesehatan masih terus digenjangkan pemerintah. Mulai dari social distencing, memakai masker, dan lain sebaginya. Adanya hal tersebut, aktifitas masyarakat masih dibatasi.

Sebelum era new normal ditetapkan, tentunya di rumah saja merupakan suatu hal yang sulit untuk dijalani. Bagaikan tekanan yang memenjara diri, bak singa yang dikurung di dalam kandangnya. Apalagi bagi masyarakat yang rutin beraktifitas di luar rumah, pasti merindukan suasana alam yang menyejukkan.

Salah satu solusi di era new normal ini untuk menghilangkan kepenatan, dan banyaknya peraturan baru yang diberlakukan, yaitu dengan berwisata. Berwisata tentunya sangat dinantikan oleh masyarakat, apalagi setelah sekian lama berdiam diri di rumah. Banyak jenis masyarakat untuk menyambut era new normal, ada yang berwisata di alam dan ada pula yang di mall. Namun hal yang paling ampuh mengusir kebosanan, yaitu berwisata alam.

Efek Wisata

Dalam berwisata tentunya memiliki dampak yang sangat besar bagi pikiran manusia. Lelahnya tubuh juga perlu untuk dihilangkan. Di masa pandemi sekarang ini, wisata alam banyak dikunjungi masyarakat. Ya.. tentunya untuk sejenak lari dari dunia pekerjaan. Mendengarkan suara alam dan melihat indahnya pemandangan sangat memanjakan mata. Banyak kalangan masyarakat yang berlomba-lomba untuk mengunjungi wisata alam yang sedang viral.

Tak hanya kalangan atas yang bermewahan memanjakan tubuh, namun kalangan bawah juga bisa memanjakan tubuh dengan berkunjung di daerah yang tenang. Karena manusia membutuhkan hiburan untuk sekadar mencari refreshing. Bahkan tempat wisata alam, seperti gunung banyak dibanjiri wisatawan. Menurut mereka dengan berkunjung ke gunung, semua beban terasa hilang.

Biaya yang terjangkau, dan tempat yang tentunya memuaskan banyak dicari masyarakat. Sebagai balasan setelah melewati karantina yang berkepanjangan. Apalagi sekarang dunia pendidikan belum bisa untuk dibuka, sehingga orang tua juga bisa mengajak anaknya untuk berwisata alam.

Dalam masa pandemi ini, masyarakat membutuhkan ruang hijau untuk mencari udara segar. Karena wabah ini menyerang saluran pernafasan, sehingga ruang hijau sangat membantu hal ini. Solusi untuk berwisata ini sudah menjamur disemua kalangan, baik remaja maupun lansia. Karena bagi mereka memanjakan diri merupakan suatu keharusan dan rutinitas yang harus dijalankan.

Sempat sekitar dua bulan yang lalu, di gunung terjadi kemacetan. Karena anak-anak remaja saling berebut tempat untuk mendaki gunung. Kenap harus gunung? Hal tersebut lantaran di gunung suasana yang tenang dan lahan hijau yang masih asri, sehingga semua kejenuhan yang selama ini dipikul langsung terobati dengan suasana yang begitu membuat candu pengunjung.

Wisata dan Ekonomi

Selama karantina masih dilakukan pemeritah, sektor perekonomian di Indonesia sangat melemah. Bahkan hampir mendekati krisis ekonomi yang pernah terjadi di tahun 1998. Hal yang sangat terlihat yaitu di sektor pariwisata, karena pariwisata merupakan aspek yang memiliki pemasukan cukup besar di Indonesia. Seperti yang diketahui Indonesia merupakan Negara yang memiliki alam yang membentang.

Setelah semua aspek dibuka lagi, tentunya perekonomian sedikit demi sedikit meningkat, dan sangat membantu masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata yang sebelumnya banyak karyawan yang di PHK oleh perusahaan. Meskipun banyak wisata yang menaruh harga tiket mahal, tetap saja masyarakat berburu untuk menikmatinya.

Pariwisata dibuka itu sangat menunjang kehidupan masyarakat sekitar lainnya, karena di dalam tempat wisata tentunya banyak pedagang yang mengantungkan hidupnya untuk mencari nafkah. Walaupun wisata sudah dibuka, akan tetapi program untuk menjaga kesehatan masih terus diumumkan di tempat-tempat umum. Apalagi tempat keramaian yang belum tahun bagaimana kondisi kesehatan.

Di tempat wisata juga semua pengunjung diwajibkan untuk terus memakai masker dan menerapkan social distencing. Ada juga yang menerapkan cek suhu bagi pengunjung, semua itu dilakukan demi menghambat lajur penderita Covid-19. Masyarakt tidak menolak dengan kebijakan tersebut, lantaran mereka juga membutuhkan hal untuk mengalihkan dampak dari wabah yang sedang menyerang dunia.

Ya, memang.. adanya wabah yang menyerang ini banyak masyarakat yang mengalami trauma. Tak jarang juga yang setres menghadapi bencana ini. Sehingga ruang hijau sangat dibutuhkan untuk menghibur dari kejamnya wabah Covid-19. Selain itu, berwisata juga bisa mempererat hubungan dengan keluarga, untuk menciptakan suasana yang damai. Karena keluarga yang menjadi pendukung untuk tetap semangat berjuang.

Meskipun semua sudah kembali beraktifitas seperti semula, menjaga diri dari paparan Covid-19 masih tetap harus dijaga. Karena kesehatan merupakan nomer satu, berwisata tetap menerapkan protokol kesehatan juga tetap digandrungi masyarakat. Jaga kesehatan dan kebersihan agar kurva pasien Covid-19 segera menurun. Sehingga semua kembali seperti semula. Ekonomi juga stabil seperti sedia kala, yang terpentin pendidikan agar tidak terjadi pembodohan dimasa yang akan datang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan