HEADLINERAGAM

Wisma Karantina Babar Akan Di-upgrade Agar Dapat Menampung Pasien Covid Lebih Banyak

8
×

Wisma Karantina Babar Akan Di-upgrade Agar Dapat Menampung Pasien Covid Lebih Banyak

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Kurangnya kapasitas Wisma Karantina ( WK ) Kabupaten Bangka Barat di Gedung Diklat membuat pasien Covid yang diisolasi mandiri jumlahnya lebih banyak daripada yang diisolasi terpusat. Hal itu membuat Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat berencana menambah daya tampung gedung tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma mengatakan, sesuai arahan Bupati dan Wakil, pihaknya bekerja sama dengan Disperkimhub akan meng- upgrade WK kabupaten dalam waktu 1 bulan 20 hari.

” Kapasitas karantina kan sedikit, karena sekarang kami lagi upgrade kapasitas WK sekitar tiga kali lipat dari sekarang. Itu lagi dikerjakan, Perkim kasih waktu 1 bulan 20 hari untuk bisa meng-upgrade WK kabupaten,” jelas Putra kepada kabarbangka.com di OR II, Setda Bangka Barat, Jum’at ( 21/5 ) siang.

Saat ini jelas dia, kapasitas WK Bangka Barat bisa menampung kurang lebih 20-an pasien. Diharapkan setelah di upgrade akan bisa menampung sekitar 60-an orang pasien Covid.

Untuk sementara, sembari menunggu Disperkim selesai mengerjakan WK di Gedung Diklat, pasien positif Covid akan dipindahkan ke rumah para kepala dinas di lingkungan Pemda Bangka Barat.

Pihaknya juga sedang menyiapkan karantina di tingkat kecamatan. Putra mengatakan, beberapa camat sudah melaporkan kemungkinan lokasi yang cocok untuk hal tersebut. Sementara di tingkat desa belum dapat dilakukan karena berdasarkan hasil evaluasi, masih terdapat beberapa kendala.

Dia menambahkan, untuk mengatasi lemahnya pengawasan pasien Covid yang isolasi mandiri di tingkat desa/kelurahan, pihaknya menyerahkan kewenangan kepada RT/RW maupun kepala desa, termasuk membuka data pasien yang diisolasi agar baik Kades maupun warga bisa ikut mengawasi.

” Sebenarnya pengawasan di tingkat desa itu sudah menjadi tanggung jawab di desa dan kelurahan, ini sudah menjadi kewenangan di RT/RW, makanya data itu kami buka semuanya, Pak RT Kepala Desa tidak ada lagi yang tidak tahu kalau warganya Covid sehingga pemantauannya diharapkan seluruh warga bisa melakukan bersama – sama,” tukasnya. ( SK )