Yang Tidak Diinginkan Itu Terpilih

HEADLINE692 Dilihat

Oleh: Romlan
Wartawan Utama PWI

Masih segar diingatan kita semua, Konferensi Kabupaten I Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bangka baru saja selesai digelar pada Sabtu, 12 Desember 2020, di Pantai Indah Batu Bedaun Resort, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sahabat penulis, Zuesty Noviyanti, jurnalis Harian Rakyat Pos dan media siber rakyatpos.com, terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka Periode 2020-2023.

Terpilihnya Zuesty Noviyanti sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka, bukan secara aklamasi. Tetapi melalui proses panjang, dan persaingan yang ketat. Mulai dari langkah lobi-lobi, hingga pembahasan Tata Tertib Konferkab I PWI Kabupaten Bangka penuh dengan dinamika, yang mencerminkan tingginya pemahaman tatacara berdemokrasi dalam berorganisasi.

Informasi yang diterima penulis dari berbagai sumber menjelang Konferkab I PWI Kabupaten Bangka, Zuesty Noviyanti adalah calon ketua yang tidak diinginkan oleh pihak tertentu. Patut diduga, banyak kepentingan pihak tertentu yang akan terancam, atau setidaknya merasa terganggu, jika Zuesty terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka.

Sahabat penulis, Zuesty Noviyanti, sejak dulu memang dikenal keras dan idealis, namun tetap independen dan objektif. Kritikannya secara lisan dan tulisan, kerap membuat pihak tertentu, terutama para pemangku kepentingan jadi kelagapan. Apalagi jika ada program atau kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, atau merugikan kepentingan orang banyak, dipastikan tidak akan luput dari sorotan dan kritikannya.

Mungkin karena itulah, Zuesty Noviyanti jadi sosok yang tidak diinginkan oleh banyak orang untuk memimpin PWI Kabupaten Bangka. Berbagai cara pun dilakukan untuk menjegal Zuesty agar tidak maju calon ketua, dan supaya tidak terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka.

Namun mereka lupa atau mungkin kurang paham, bahwa sikap idealis Zuesty itu mencerminkan prinsip seorang jurnalis sejati, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, diatur juga dalam Kode Etik Jurnalistik dan Kode Etik PWI.

Konferkab I PWI Kabupaten Bangka diikuti tiga orang calon ketua, semuanya adalah wartawan kompeten dan kader-kader yang bagus untuk kemajuan PWI kedepannya.

Untuk para calon ketua PWI Kabupaten Bangka yang belum terpilih pada Konferkab I PWI Kabupaten Bangka ini, penulis berharap agar tetap menjaga persatuan, kekompakan, dan kerjasamanya, untuk kemajuan PWI Kabupaten Bangka dimasa yang akan datang.

Seorang ketua, adalah pemimpin tertinggi dalam sebuah organisasi. Ketua punya tanggung jawab moral, etika, dan hukum.  Karena itu seorang Ketua harus bijak menyikapi segala persoalan, dan harus bisa memilah dan memilih, agar organisasi yang dipimpinnya tidak masuk dalam zona konflik kepentingan yang tidak ada kaitannya dengan organisasi, terutama PWI.

Kepada sahabat penulis, Zuesty Noviyanti, Ketua PWI Kabupaten Bangka terpilih, penulis berharap agar mampu mengakomodir dan menyatukan rekan-rekan wartawan yang ada di Kabupaten Bangka, baik didalam maupun diluar agenda resmi PWI.

Sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka terpilih, Zuesty juga diharapkan bisa menjalin komunikasi dan hubungan kerja sama yang baik dengan semua pihak dan stakeholder, tentunya untuk kemajuan PWI Kabupaten Bangka kedepannya.

Salam hormat untuk Ketua PWI Kabupaten Bangka terpilih, Zuesty Noviyanti. Salam kompak selalu untuk semua wartawan dan anggota PWI, terutama yang ada di Kabupaten Bangka.

Mari kita sama-sama membesarkan PWI Kabupaten Bangka! Jangan lupa menjaga marwahnya, agar PWI Kabupaten Bangka tidak terlibat atau dilibatkan dalam zona konflik kepentingan yang tidak penting. (*)

Tinggalkan Balasan