PANGKALPINANG – Kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dengan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Bantuan tersebut disampaikan Hidayat saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ke-15, Senin (7/9/2026).
Hidayat mengatakan, Unmuh memiliki perkembangan yang sangat pesat dan telah memberikan kontribusi positif dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang andal di Bangka Belitung.
“Harapan saya, untuk Unmuh yang ke-15 tahun ini, sukses selalu. Bisa berkembang pesat. Universitas ini perkembangan pesat sekali,” kata Hidayat.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus mendukung kemajuan dunia pendidikan agar semakin baik ke depan.
Namun, dukungan tersebut tidak hanya datang melalui pemerintah. Hidayat mengaku memberikan bantuan menggunakan dana pribadinya untuk membantu meringankan kebutuhan Unmuh.
“Tadi saya bantu pakai dana pribadi, karena pendidikan ini susah, ya. Meringankan beban untuk Unmuh,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah bantuan, Hidayat menyebut angka Rp50 juta.
“Tadi kita bantu Rp50 juta dari dana pribadi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga menegaskan pentingnya memastikan seluruh anak di Bangka Belitung mendapatkan akses pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan ketika dirinya ditanya mengenai persoalan mahasiswa yang terkendala perubahan desil sehingga bantuan KIP Kuliah yang sebelumnya diharapkan batal diterima.
Hidayat mengaku belum menerima laporan mengenai persoalan tersebut dan akan terlebih dahulu mengeceknya melalui Dinas Pendidikan.
“Saya cek dulu ke Dinas Pendidikan ya, saya belum menerima laporan masalah itu,” katanya.
Begitu pula ketika ditanya mengenai angka Indeks Pembangunan Manusia Babel yang masih menjadi perhatian, Hidayat menyerahkan penjelasan teknis kepada Dinas Pendidikan.
Meski demikian, ia menegaskan target besar pemerintah harus jelas, yakni memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah.
“Harapan kita semua ingin maju semuanya. Utama tidak ada anak yang tidak sekolah. Harus sekolah,” tegasnya.
Hidayat juga menanggapi kondisi penerbangan yang masih mengalami penundaan.
Menurutnya, gangguan penerbangan terjadi akibat force majeure, yakni kondisi yang berasal dari faktor alam dan berada di luar kendali manusia.
“Penerbangan itu karena force majeure. Bukan karena manusia, tapi karena alam. Ditunggu saja, mungkin besok sudah dibuka,” ujarnya.
Saat ditanya kondisi penerbangan pada hari tersebut, Hidayat memastikan masih terjadi penundaan.
“Masih delay,” katanya.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi belum memungkinkan.
“Sabar saja. Karena ini kan bencana alam, tidak bisa kita atasi. Pesawat tidak bisa kita paksakan terbang demi keselamatan kita,” pungkas Hidayat. (KBC)






