HEADLINEKAMTIBMAS

Memanusiakan Warga Binaan Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas

×

Memanusiakan Warga Binaan Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas

Sebarkan artikel ini
Rutan Kelas IIB Mentok. (ist)

BANGKA BARAT – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mentok membuktikan bahwa penegakan aturan yang ketat dan pendekatan humanis dapat berjalan beriringan.

Meski rasio jumlah petugas jaga dan warga binaan berbanding jauh—maksimal 10 orang per sip menjaga hampir 400 orang—situasi Rutan Mentok tetap aman dan kondusif.

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Firly, menjelaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga keamanan rutan bersumber dari prinsip memanusiakan manusia dan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, khususnya hak kesehatan dan nurani.

“Secara rasional, menjaga hampir 400 orang dengan 10 anggota per sip itu tidak rasional. Tapi kekuatan psikologis kami adalah memanusiakan manusia. Di samping memperketat aturan bersih dari HP, pungli, dan narkoba, hak-hak dasarnya tetap kami kedepankan,” ujar Firly di Mentok, Selasa (15/9/2026).

Andri Firly memaparkan, pihak rutan secara cepat melayani izin keluar berstatus cito dengan pengawalan ketat bagi warga binaan yang melayat keluarga inti meninggal dunia, menjadi wali nikah, atau pembagian waris, sesuai prosedur dan bukti otentik dari pemerintah daerah setempat.

Selain itu, efisiensi juga diterapkan dalam sarana fisik; sejak Januari 2020, bak mandi diganti dengan sistem shower untuk menghemat air serta mencegah sarana penimpanan barang terlarang dan sarang nyamuk.

Hasilnya terbukti saat razia penggeledahan blok hunian bersama Aparat Penegak Hukum. Rutan Mentok dipastikan bersih dari peredaran HP, pungli, narkoba, dan uang tunai.

Petugas hanya menyita barang berpotensi berbahaya seperti paku, alat cukur, sendok besi, serta obat-obatan berlebih yang langsung diserahkan kembali ke klinik rutan. (KBC)

Tinggalkan Balasan