PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi menggelar Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat Tingkat Kota Pangkalpinang Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat dan perlindungan kesehatan anak.
Kegiatan tersebut mengusung tema Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Generasi Tangguh, dan Pangkalpinang SMART.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pangkalpinang menegaskan komitmennya memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sekaligus mendorong peningkatan cakupan imunisasi anak di Kota Pangkalpinang
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan, lintas sektor, satuan pendidikan, kader, tokoh masyarakat serta seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Disampaikan bahwa kesehatan anak merupakan investasi penting dalam pembangunan daerah. Anak yang sehat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kuat, produktif dan berkualitas serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Pangkalpinang.
“Imunisasi bukan sekadar pelayanan kesehatan. Imunisasi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah khususnya kepada anak-anak agar terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya mewakili Wali Kota.
Ia menegaskan, imunisasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pangkalpinang turut mengevaluasi capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Target capaian BIAS ditetapkan sebesar 95 persen. Namun, sejumlah capaian masih berada di bawah target sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan percepatan di lapangan.
Untuk BIAS 2025, imunisasi MR kelas 1 dari sasaran 4.542 anak mencapai 2.402 anak atau 52,88 persen. DT kelas 1 mencapai 2.529 anak atau 55,68 persen.
Kemudian Td kelas 2 mencapai 2.363 anak atau 52,69 persen, sedangkan Td kelas 5 mencapai 2.515 anak atau 57,17 persen.
Pada imunisasi HPV kelas 5 perempuan, capaian mencapai 1.338 anak dari 2.152 sasaran atau 62,17 persen.
Sementara HPV kelas 6 perempuan menjadi perhatian khusus. Dari 732 sasaran, baru 166 anak yang mendapatkan imunisasi atau 22,68 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu prioritas percepatan Pemkot Pangkalpinang melalui pemetaan sasaran, tracking dan penelusuran terhadap anak yang belum memperoleh imunisasi.
Untuk HPV kelas 9, capaian tercatat 1.162 anak dari 1.940 sasaran atau 59,89 persen.
Sedangkan pada BIAS 2026, imunisasi campak memiliki sasaran 4.555 anak dengan capaian 2.415 anak atau sekitar 53 persen. HPV kelas 5 dengan sasaran 2.230 anak mencapai 1.301 anak atau sekitar 58,5 persen.
Pemkot Pangkalpinang meminta Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas memperkuat pemetaan sasaran serta memastikan anak-anak yang belum memperoleh imunisasi dapat ditindaklanjuti.
“Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan data atau koordinasi,” tegasnya.
Dukungan juga diminta dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, kepala sekolah, madrasah, guru dan seluruh satuan pendidikan untuk menyukseskan pelaksanaan BIAS.
Sekolah diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat imunisasi serta meluruskan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Kepada para orang tua, Pemkot Pangkalpinang mengimbau agar memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat keraguan.
Para kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan seluruh mitra pembangunan kesehatan juga diajak menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa penguatan imunisasi dan Germas merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Pangkalpinang SMART: Sehat, Mapan, Amanah, Rukun, dan Tangguh.
“Mari kita perkuat kolaborasi lintas program, lintas OPD, lintas sektor, mitra pemerintah, satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat dengan data yang akurat, pelayanan yang mudah dijangkau, edukasi yang benar serta komitmen bersama,” ujarnya. (KBC)






