PANGKALPINANG – Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.
Rapat Paripurna Istimewa itu digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Kamis pagi (17/9/2026).
Pantauan di lokasi kegiatan, Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimipin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, didampingi para wakil ketua.
Hadir Walikota dan Wakil Walikota periode sebelumnya, Ketua TP PKK, Pejabat Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Seluruh anggota DPRD Kota Pangkalpinang juga nampak hadir, sehingga Rapat Paripurna Istimewa tersebut memenuhi kuorum.
Pimpinan rapat, Abang Hertza mengatakan, Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati hari jadi ke-269 Kota Pangkalpinang dinyatakan resmi dibuka dan terbuka untuk umum.
Abang Hertza mengatakan, Kota Pangkalpinang memasuki fase modern menuju kota metropolis seiring perkembangan wilayah dan aktivitas perkotaan yang semakin kompleks.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan serius, sistematik serta dukungan seluruh komponen masyarakat.
Menurut Abang Hertza, perkembangan Pangkalpinang saat ini berbeda dengan kondisi kota pada masa sebelumnya.
Penggabungan sejumlah pusat kegiatan perkotaan dan kewilayahan membuat persoalan yang dihadapi pemerintah juga semakin beragam.
“Karakteristik perkembangan Pangkalpinang saat ini memasuki stadium modern menuju metropolis. Kenampakan dan penanda kota tak sesederhana dulu lagi,” tuturnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuat berbagai persoalan perkotaan perlu ditangani secara serius dan sistematis.
Kepedulian masyarakat juga dibutuhkan agar pembangunan kota dapat berjalan sesuai kebutuhan.
“Permasalahan perkotaan pun semakin kompleks dan perlu penanganan serius dan sistematik serta membutuhkan kepedulian komponen masyarakat secara luas,” katanya.
Ia menegaskan DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki kedudukan yang sama dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.
DPRD akan terus mengoptimalkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat.
“Aspirasi masyarakat terkait pembangunan Kota Pangkalpinang akan tetap maksimal dan cermat kami salurkan, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat betul-betul berpihak kepada kepentingan rakyat dan dapat diterima oleh masyarakat,” terangnya.
Abang Hertza juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, DPRD, Forkopimda dan berbagai pihak lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Sinergitas antarlembaga, antarpemerintah kota dan kabupaten, serta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus terjalin dengan baik,” tegasnya.
Dalam paripurna tersebut, Abang Hertza turut mengulas perjalanan sejarah Pangkalpinang sejak penetapan hari jadi pada 17 September 1757 hingga berkembang menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Pangkalpinang. (KBC)






