HEADLINE

3 Perusahaan Sedang Proses Izin di DPMPTSP

172
×

3 Perusahaan Sedang Proses Izin di DPMPTSP

Sebarkan artikel ini
Yuwanda Eka Putra

BANGKA BARAT – Iklim investasi di Kabupaten Bangka Barat mulai menunjukkan geliatnya, terutama di bidang perkebunan dan pertanian.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra, mengataka, ada tiga perusahaan yang sudah masuk ke Bangka Barat dan sedang berproses terkait perizinan.

Bahkan salah satunya telah mulai membangun pabrik, yaitu PT Bukit Terang Sejahtera (BTS) di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa.

“Yang izinnya sudah keluar dan mulai membangun pabriknya itu ada satu di Kacung, PT BTS, terus di daerah Simpang Ibul dan satu lagi di Kecamatan Parittiga,” jelas Yuwanda Eka Putra di ruang kerjanya, Rabu (9/7/2025).

“Yang di Simpang Ibul sudah berproses sudah selesai KKPR ( Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang). Kalau yang di Parittiga dia baru mulai izin,” sambung dia.

Menurut Yuwanda, visi misi Bupati Bangka Barat Markus menyesuaikan dengan program kerja presiden yang menekankan hilirisasi. Bangka Barat sendiri sementara ini memiliki tiga potensi hilirisasi yang bisa digarap.

Selain itu potensi lainnya yang perlu didorong yakni Muntok White Peppers yang sudah memiliki brand dan cukup terkenal.

“Kita punya tiga potensi hilirisasi, sebenarnya empat, yaitu pertambangan, perkebunan dan pertanian serta bidang perikanan kelautan. Dan yang sebenarnya sudah punya brand yaitu Muntok White Pepper. Ini tinggal kita dorong entah dia diolah jadi minyak atau biji lada putih,” terang dia.

Menurut Yuwanda, potensi hilirisasi pertambangan lebih mengarah ke logam tanah jarang. Sementara perkebunan dan pertanian ke arah Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah.

Menurut Yuwanda dengan hilirisasi maka pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak akan lebih tinggi.

Di samping itu visi-misi bupati saat ini juga mengarah ke investasi UMKM dan ekonomi kreatif untuk dapat berkembang maju dengan berjalannya hilirisasi di sejumlah sektor.

“Kami sudah menyusun RPJMD ke arah hilirisasi. Karena kita banyak perkebunan sawit awalnya di CPO. Nanti ada salah satu perusahaan mereka itu sampai ke biodiesel,” ucap Yuwanda.

“Sekarang biodiesel sudah sampai B50, pengganti solar. Bisa kosmetik, bisa obat – obatan, mudah mudahan kita bisa mengarah ke situ,” harap dia. (SK)