HEADLINEPILKADA

73 Hari Menuju Pemungutan Suara Pemilihan Serentak

×

73 Hari Menuju Pemungutan Suara Pemilihan Serentak

Sebarkan artikel ini
Media Gathering Bawaslu Provinsi Babel di Soll Marina Hotel Bangka Tengah, Sabtu (14/9). Foto: Romlan

BANGKA TENGAH – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar Media Gathering dalam rangka Pengawasan Partisipatif Bersama Media Massa dengan tema Indeks Kerawanan Pemilu Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024.

Kegiatan digelar di Soll Marina Hotel Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Sabtu (14/9). Nampak hadir Anggota Bawaslu Provinsi Babel, Tim dari Puslitbangdiklat Bawaslu RI, Kabinda Kepulauan Bangka Belitung, Subdit IV Direktorat Intelkam Polda Babel, Anggota KPU Provinsi Babel, pegawai Sekretariat Bawaslu Provinsi Babel, serta puluhan awak media.
[irp]
Mengawali sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Babel, EM Osykar terlebih dahulu mengecek nama-nama media yang masuk dalam daftar undangan. Ternyata dari sekian banyak media yang diundang belum semuanya hadir, beberapa masih dalam perjalanan.
 
“Pada hari ini 73 hari menuju Pemungutan Suara Pemilihan Serentak. Kita hadir dalam rangka kegiatan Pengawasan Partisipatif Bersama Media Massa, Indeks Kerawanan Pemilu Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024,” ungkapnya.
[irp]
EM Osykar menuturkan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilihan serentak yang akan datang.
 
“Pemilihan Serentak 2024 merupakan momentum besar bagi bangsa kita, di mana kita dihadapkan pada tantangan menjaga integritas demokrasi di tengah dinamika sosial, politik dan teknologi,” tuturnya.
[irp]
“Tidak dapat kita pungkiri, bahwa potensi kerawanan dalam proses pemilu selalu ada. Baik itu dalam bentuk pelanggaran administrasi, politik uang, hingga hoaks yang dapat memecah belah persatuan,” katanya.
 
Oleh karena itu, lanjut Osykar, Bawaslu berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Namun, pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan lembaga formal semata.
[irp]
“Partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk media massa sangatlah penting. Media massa memiliki peran strategis sebagai penyebar informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat, serta sebagai pengawas yang turut serta dalam menjaga agar proses pemilu berjalan jujur, adil dan transparan,” jelasnya.

Dikatakannya, Pengawas Pemilu hanya mengawasi seluruh proses dan tahapan Pemilu, tetapi media dapat melakukan fungsi pengawasan yang lebih luas.
[irp]
“Karena itu, sangat tepat, apabila pengawas Pemilu menjadikan media sebagai mitra strategis, karena media mempunyai kekuatan, terutama karena media bisa membentuk opini publik dan melakukan persuasif,” kata dia.

Melalui kegiatan ini, Osykar berharap media massa dapat berperan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai potensi kerawanan pemilu.
[irp]
“Masyarakat terlibat secara aktif dalam pengawasan pemilu, baik melalui partisipasi langsung maupun dengan melaporkan pelanggaran yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Ia juga berharap terciptanya sinergi antara Bawaslu, masyarakat dan media dalam menciptakan pemilu yang damai, berintegritas, serta sesuai dengan asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
[irp]
“Saya yakin dengan komitmen bersama, kita mampu mencegah dan meminimalisir berbagai bentuk kerawanan yang mungkin muncul selama proses pemilihan serentak nanti,” katanya optimis.
 
Osykar mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi salah satu upaya penting dalam mengawal pemilihan serentak yang berintegritas di Bangka Belitung. (Romlan)