HEADLINEPEMKOT

Pengawasan Dilakukan Mulai Dari Petani Hingga Distribusi

580
×

Pengawasan Dilakukan Mulai Dari Petani Hingga Distribusi

Sebarkan artikel ini
Samri

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menaruh perhatian serius terhadap kualitas pangan dalam program makan bergizi gratis.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, memastikan pengawasan dilakukan mulai dari tingkat petani hingga proses distribusi ke pengelola.

Samri menegaskan, pihaknya ingin menjamin bahwa setiap bahan pangan, khususnya sayur-mayur, yang masuk dalam program ini aman untuk dikonsumsi.

“Kita lakukan pengecekan mulai dari produksi di petani. Termasuk kita perhatikan keamanan pangan, apakah residu pestisida masih tinggi atau tidak. Itu penting agar sayur yang masuk program ini benar-benar aman,” jelas Samri, Kamis (28/8/2025).

Meski begitu, Samri mengakui masih ada kendala di lapangan. Salah satunya adalah pengelola yang kadang membeli bahan dari pasar, bukan dari distributor resmi yang ditunjuk. Menurutnya, hal itu membuat pengawasan menjadi lebih sulit.

“Kalau satu distributor, kita lebih mudah mengontrol kualitasnya. Tapi memang ada kondisi di mana mereka membeli dari pengecer, misalnya karena harga lebih murah atau keterbatasan waktu,” ungkapnya.

Terkait pengelolaan program, Samri menjelaskan Pemkot bekerja sama dengan sejumlah yayasan yang ditunjuk. Yayasan tersebut menjadi mitra yang mengajukan kebutuhan bahan pangan sesuai jumlah penerima manfaat.

“Mereka yang mengajukan order, kemudian kita pastikan bahan pangan yang masuk tetap sesuai standar,” tambahnya.

Samri juga menyinggung soal keamanan pangan, apalagi setelah beberapa waktu terakhir terjadi kasus keracunan massal di sejumlah daerah di Indonesia. Ia memastikan hal serupa tidak boleh terjadi di Pangkalpinang.

Dengan sistem tersebut, lanjut Samri, Pemkot ingin memastikan bahwa program makan bergizi gratis tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi benar-benar memberikan asupan sehat dan aman bagi masyarakat, khususnya anak sekolah.

“Kami ingin makanan yang disajikan bukan hanya bergizi, tapi juga menyehatkan dan terjamin keamanannya,” tegasnya. (kabarbangka.com)