BANGKA BARAT – Direktur PT Bakti Timah Medika, Eko Budi Sulistianto mengatakan, pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Keinginan itu diungkapkan Eko saat menghadiri acara peresmian ruang rawat inap berstandar Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) Kementerian Kesehatan di RSBT Mentok ,” Kamis (23/10/2015).
“Ini bagian dari BTM, dalam hal ini sebagai anak perusahaannya IHC, itu ingin memberikan layanan terbaik pada masyarakat,” ungkapnya.
Anak perusahaan PT Pertamina Bina Medika (IHC) adalah rumah sakit dan klinik kesehatan yang berada di bawah naungan holding BUMN tersebut, seperti Rumah Sakit Pertamina Cirebon (RSPC) dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Beberapa rumah sakit yang juga merupakan anak perusahaan atau berafiliasi dengan IHC adalah RS Bakti Timah Pangkalpinang, RS Medika Stania Sungailiat dan RS Bakti Timah Mentok.
Eko berharap ke depan jika masyarakat Kecamatan Mentok ini membutuhkan pelayanan yang lebih baik, bisa mendatangi RSBT Mentok. Apalagi sekarang sudah ada ruang rawat inap berstandar KRIS.
Untuk pengembangan ke depan, di atas lahan milik RSBT Mentok di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Mentok, Eko mengatakan akan melihat situasinya terlebih dahulu.
“Kalau di sini (RSBT Mentok), ini akan kita lihat kapasitasnya memang masih tercukupi. Bila memang dibutuhkan kapasitas tambahan untuk meningkat jadi tipe C, itu sangat mungkin, sangat mungkin,” ujarnya.
Namun menurutnya, biar bagaimana pun harus ada pertimbangan bisnisnya, dengan kata lain harus ada hitung-hitungan keuntungan.
“Artinya, apakah memang dari sisi bisnis hitung-hitungannya masuk atau tidak. Tentunya rumah sakit itu perlu ditambah bila kapasitas BOR-nya (Bed Occupancy Rate) sudah mencapai 80 atau 90 persen,” cetus dia.
“Kalau saat ini saya kira RSBT Mentok ini masih mencukupi lah, tapi tidak menutup kemungkinan bila nantinya dibutuhkan kita punya area yang bisa dikembangkan. Sementara belum karena memang saat ini sudah mencukupi,” sambung dia. (SK)
Eko Ingin Berikan Layanan Terbaik






