ADVERTORIALHEADLINE

Wali Kota Buka FGD Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang

×

Wali Kota Buka FGD Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
Arahan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif saat pembukaan FGD Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang di ruang pertemuan Baperida, Rabu (12/11).

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, membuka Focus Group Discussion Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang di ruang pertemuan Baperida, Rabu (12/11/2025).

Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Bang Udin itu meminta agar masing-masing peserta FGD mengeluarkan pikiran dan pengalamannya dalam rangka menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW Kota Pangkalpinang ke depan.

“Kota Pangkalpinang ini sepengetahuan saya, RTRW-nya sejak tahun 2011 sampai sekarang belum pernah direvisi,” ungkapnya.

Menurutnya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah atau RJPD Kota Pangkalpinang 2025 sampai tahun 2045 sudah ada. Seharusnya RPJPD itu berdampingan dengan RTRW.

“Kalau kita mau menjalankan RPJPD yang akan dijalankan oleh pemerintah kota beserta dengan DPRD, maka tidak cukup kita hanya mendasarkan perencanaan itu saja, kita harus memperhatikan RTRW-nya,” tuturnya.

Sebagai walikota wakil walikota terpilih, Bang Udin dan Cece Dessy akan menjalani pemerintahan ini selama 5 tahun. Merupakan tahun pertama dari perjalanan RPJPD 2011 sampai 2045.

“Kalau pijakan kita tidak tidak sesuai, maka tentu kita akan kesulitan RPJPD yang akan dilanjutkan dengan RPJMD 5 tahun, begitu keterkaitannya,” jelasnya.

“Sehingga, RPJMD 5 tahun ini selain menjadi dasar RPJMD Provinsi, kemudian RPJMN di pusat, juga kita harus menyesuaikan RPJPD dan RTRW,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bang Udin mengatakan, FGD hari ini adalah dasar pemikiran bersama yang menandakan dimulainya penyusunan RPJMD, sehingga FGD ini menjadi penting untuk mendapatkan wawasan baru.

“Dari diskusi ini diharapkan kita mendapatkan ide untuk perbaikan RTRW Kota Pangkalpinang, nanti administrasinya diatur oleh Baperida sebagai leading sektornya, dinas atau badan lainnya menjadi supporting,” katanya.

Bang Udin juga meminta dibuatkan tim untuk penyusunan RTRW dan RPJMD, karena waktu yang sangat pendek.

“Kita sudah menganggarkan, tahun ini target kita RTRW itu harus selesai. Tahun depan kita sudah bikin RDTR-nya,” ujarnya.

Bang Udin menjelaskan, pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah di perkotaan tidak cukup dengan berpikir parsial saja tanpa dasar perencanaan yang baik.

“Kota ini tidak akan maju kalau kita tidak menyusun perencanaan yang baik. Jadi harus dibangun sebuah sistem, baik itu sistem perencanaan dan sistem pembangunannya, supaya kota kita ini bisa lebih cepat majunya,” demikian bang Udin. (Adv)