HEADLINEHUKRIMKAMTIBMASPERISTIWA

Wartawan Dikabarkan Mengalami Kekerasan Fisik, Salah Satunya Kontributor TV One

423
×

Wartawan Dikabarkan Mengalami Kekerasan Fisik, Salah Satunya Kontributor TV One

Sebarkan artikel ini
Situasi dari luar pos keamanan PT PMM, Sabtu (7/3).

BANGKA – Dugaan kekerasan fisik terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dua orang jurnalis dikabarkan mengalami kekerasan fisik saat melakukan peliputan di lokasi gudang PT PMM di Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, Sabtu (7/3/2026).

Mereka adalah Dedy Wahyudi (BABELFAKTUAL.COM) dan Frendy Primadana (Kontributor TV One Bangka Belitung) dan Wahyu Kurniawan (SUARAPOS.COM).

Kejadian bermula saat tiga wartawan itu mendapatkan informasi tentang adanya anggota Satgas yang dikepung massa di sekitar lokasi gudang PT PMM.

Mendapat informasi itu, wartawan kemudian menggali informasi dengan mendatangi gudang PT PMM.

“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana), kami bertemu Dedy itu di pinggir Jalan Lintas Timur. Kamudian kami barengan ke lokasi,” ungkap Wahyu, Sabtu siang.

Wahyu menuturkan, mereka bertiga mencoba menanyakan kepada dua orang petugas keamanan yang ada di pintu.

Kedua Satpam tersebut menyampaikan sempat ada keributan, tapi bukan di dalam kawasan PT PMM, melainkan di depan kantor PT PMM.

“Dedy melihat satu unit truk akan memasuki gudang PT PMM dan mengambil foto. Sepertinya sopir truk itu tidak senang, kemudian turun dari mobil dan meminta Dedy menghapus foto itu. Setelah foto dihapus, kemudian truk masuk ke dalam gudang PT PMM,” tuturnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, beberapa saat kemudian datang satu mobil minibus jenis Toyota warna silver.

Kedua Satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan kemudian menghampiri mobil tersebut.

Salah seorang yang keluar dari dalam mobil menunjukan tanda pengenal. Kemudian bersama dua orang Satpam masuk ke dalam pekarangan PT PMM, dan meminta wartawan menunggu di luar.

“Sebagian anggota Satgas masih berada di dalam mobil, juga menunggu di luar. Truk yang sebelumnya masuk ke dalam pekarang PT PMM, kemudian bergerak ke luar,” jelasnya.

“Nah, Dedy ini kembali mengambil gambar. Kayaknya sopir truk itu melihat Dedy mengambil foto, terus turun dari mobil dan langsung memukul Dedy di bagian wajahnya. Dengan nada ancaman dia ngomong ke Dedy, tunggulah kamu di sini! Ku panggil kawan-kawanku,” kata Wahyu.

Melihat kondisi tidak kondusif, Wahyu Kurniawan dan Frendy Primadana bermaksud meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Namun saat hendak pergi, ada orang yang Satpam menarik baju Frendy Primadana dari belakang, sehingga membuatnya terjatuh dari boncengan motor Wahyu.

“Aku berhasil lolos, tapi Frendy Primadana dan Dedy Wahyudi sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” ujarnya.

“Selang beberapa lama Aku berusaha menghubungi Frendy Primadana untuk mengetahui kondisi mereka. Dia minta Aku cari bantuan agar mereka bisa ke luar dari lokasi gudang PT PMM,” bebernya.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas dan memproses kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut agar mendapatkan hukum yang sesuai perbuatannya.

“Karena kekerasan terhadap jurnalis itu sangat bertentangan dengan undang-undang. Apalagi pada jurnalis yang sedang mengerjakan tugas jurnalis untuk publik,” katanya.

Herik juga mengecam segala bentuk kekerasan, terlebih terhadap para jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik di lapangan.

Untuk itu, Herik meminta Kapolda Kepulauan Bangka Belitung untuk segera mengusut kasus itu secara transparan hingga tuntas.

“Kami meminta kepada Kapolda Babel agar segera mengusut secara hingga tuntas kasus ini. Siapa pun yang melakukan kesalahan harus mendapatkan hukuman yang sesuai perbuatannya,” tegasnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak PT PMM masih dalam upaya konfirmasi.

Sementara kontributor TV One, Frendy Primadan dikabarkan sedang berada di Mapolda Babel untuk membuat laporan polisi atas peristiwa tersebut. (KBC)