BANGKA TENGAH – Tradisi pedang pora menyambut kedatangan Kapolres Bangka Tengah, AKBP Samuel Simanjuntak digelar di Halaman Mapolres Bangka Tengah, Rabu (15/7/2026).
Tradisi pedang pora juga mengiringi pelepasan AKBP I Gede Nyoman Bratasena yang sudah mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Bangka Tengah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara pisah sambut di Gedung Serba Guna Bangka Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bratasena yang kini mendapat amanah baru sebagai Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Jawa Tengah, menitipkan pesan agar seluruh personel tetap menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
Menurutnya, tantangan sebagai anggota Polri semakin besar sehingga setiap personel harus mampu menjaga sikap, menghindari pelanggaran, dan menjadi teladan, baik saat bertugas maupun di lingkungan keluarga.
“Jangan membuat pelanggaran dan jauhi pelanggaran. Jadilah polisi yang baik, suami atau istri yang baik, ayah atau ibu yang baik, dan selalu ingat keluarga,” ujarnya.
Ia menekankan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui perilaku dan keteladanan setiap anggota.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun dari integritas dan keteladanan setiap anggotanya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi warisan moral yang ditinggalkan AKBP Bratasena sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada AKBP Samuel Simanjuntak untuk melanjutkan kepemimpinan di Polres Bangka Tengah. (KBC)
Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Samuel, Lepas AKBP Bratasena





