BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi lokal dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis kebudayaan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bangka Barat, Markus, dalam sambutannya pada acara adat Sedekah Kampung Kundi Bersatu yang berlangsung khidmat pada Minggu (6/9/2026).
Sedekah Kampung Kundi Bersatu merupakan adat istiadat tahunan yang diselenggarakan masyarakat setempat pasca panen padi.
Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan hasil bumi, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, keluarga, maupun kerabat dari luar daerah.
Dalam sambutannya, Markus menyampaikan bahwa kebudayaan lokal ini memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata kebudayaan yang berkelanjutan.
“Adat istiadat Sedekah Kampung Kundi Bersatu ini merupakan objek pemajuan kebudayaan yang telah dimasukkan dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025–2029 kategori adat istiadat,” ujar Markus.
Ia menuturkan bahwa tradisi ini telah masuk dalam skema perlindungan daerah agar ke depannya dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal sebagai objek wisata budaya unggulan, baik di tingkat Kabupaten Bangka Barat maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagai langkah nyata perlindungan dan pemajuan tradisi tersebut, Pemkab Bangka Barat memberikan dukungan langsung pada penyelenggaraan tahun ini.
Dukungan dan Anggaran Pemkab Bangka Barat:
Fasilitator: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat.
Alokasi Anggaran: Rp40.000.000,- pada tahun anggaran 2026.
Tujuan Utama: Memperkuat perlindungan tradisi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat Desa Kundi Bersatu, kegiatan tahunan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian warisan leluhur, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga melalui sektor pariwisata daerah. (KBC)






