BANGKA BARAT – Peringatan Hari Jadi Kota Mentok ke-292 Tahun menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan daerah untuk memperkuat arah pembangunan berbasis sejarah dan kebudayaan.
Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Badri Syamsu, dalam Rapat Paripurna yang mengusung tema Dari Pusaka Untuk Masa Depan, Kota Mentok Untuk Semua, menekankan pentingnya menjadikan wilayah tersebut sebagai kota sejarah yang hidup.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga generasi muda untuk berkolaborasi aktif agar warisan masa lalu tidak sekadar menjadi artefak, melainkan penggerak kemajuan.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan bahwa usia hampir tiga abad ini menyimpan nilai peradaban yang krusial, mulai dari era kesultanan, pusat penambangan timah dunia, hingga menjadi saksi sejarah pengasingan para pendiri bangsa.
Pemerintah daerah saat ini tengah fokus merevitalisasi cagar budaya serta menata sejumlah ruang publik strategis seperti kawasan Taman Lokomotif dan Lapangan Gelora Mentok.
Penataan ini diproyeksikan sebagai magnet baru pariwisata sejarah yang berwajah humanis, ramah anak, lansia, serta kaum disabilitas.
Transformasi ini diyakini hanya dapat terwujud melalui hilangnya ego sektoral dan penguatan sinergi harmonis antara eksekutif, legislatif, serta seluruh komponen masyarakat demi menjadikan Mentok sebagai pusat pertumbuhan baru yang tetap berakar kuat pada nilai budayanya. (KBC)






