BANGKA – Ratusan perahu nelayan berbagai ukuran nampak bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Rabu (17/7) siang,
Pelaku usaha perikanan, Albar, mengungkapkan sejak pendangkalan di alur muara Jelitik dibuka oleh PT Pulomas Sentosa bulan April lalu, kini perahu nelayan sudah leluasa keluar atau masuk dan bongkar muat di dermaga PPN Sungailiat.
[irp]
“Itu ada beberapa perahu mau berangkat melaut lagi. Kalau palka sudah ditutup terpal, itu berarti sudah siap berangkat. Sebelum alur muara itu dibukan Pulomas, perahu kami kadang cuma sekali sebulan melaut,” ungkap dia.
“Pulang melaut ada yang bongkar di Rambak, di Tuing, ada juga yang bongkar di Pangkalpinang. Sandar di sana itu bayar, nambah lagi biaya. Jadi kasihan nelayan, kadang melaut pun hasilnya kurang,” imbuh dia.
[irp]
Albar mengucapkan terimakasih kepada PT Pulomas Sentosa yang telah berupaya mengeruk alur muara Jelitik yang hampir 3 tahun mengalami pendangkalan pasca dicabutnya perizinan PT Pulomas pada tahun 2021 lalu.
“Waktu Pak Pj Gubernur, Pj Bupati sama Forkopimda datang ke muara sekitar bulan April, terus disuruh Pulomas kerja lagi sampai sekarang sudah lancar perahu nelayan lewat di muara itu. Luar biasa lah sosialnya Pulomas untuk masyarakat nelayan,” beber dia.
[irp]
Senada dikatakan pelaku usaha perikanan lainnya, Elly. Dia mengatakan sejak dikeruk bulan April lalu, alur muara Jelitik itu sudah tidak dangkal lagi.
“Sekarang sudah bagus muara, perahu lancar-lancar saja lewat di situ,” ujar dia.

Ketua Forum Masyarakat Nelayan Pesisir sekaligus Ketua Harian DPC HNSI Kabupaten Bangka, Heri Ramadhani, mengatakan sejak pengerukan dikerjakan oleh PT Pulomas Sentosa bulan April lalu, kondisi alur muara Jelitik kini sudah tidak darurat lagi.
[irp]
“Sekarang kondisi alur muara Jelitik itu sudah tidak darurat lagi. Perahu nelayan sudah bebas keluar masuk tanpa harus menunggu air pasang tinggi,” kata dia.
Oleh karena itu Heri sangat menyayangkan keputusan dan tindakan pemerintah daerah yang kemudian menunjuk dan memberikan SK mendesak untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan alur muara Jelitik kepada perusahaan lain.
“Waktu Pj Gubernur datang ke muara itu saya hadir di sana. Pak Pj tunjuk dan suruh Pulomas kerja buka alur muara. Pas muara sudah terbuka, kok malah kasih SK mendesak ke perusahaan lain? Daruratnya di mana? Perahu nelayan sudah bebas keluar masuk lewat muara itu,” tutur dia.
[irp][irp]
Masih kata Heri, sebagai ungkapan rasa syukur atas terbukanya alur muara Jelitik yang hampir 3 tahun mengalami pendangkalan, hari Minggu nanti pelaku usaha perikanan dan istri-istri para nelayan akan menggelar syukuran di pesisir muara.
“Nanti datang, ya? Kawan-kawan pelaku usaha perikanan dan ibu-ibu istri para nelayan mau syukuran karena alur muara itu sudah tidak buntu lagi. Acaranya sederhana saja, cuma bakar-bakar ikan. Nggak ada dananya kalau mau bermewah-mewah,” demikian Heri. (Romlan)






