HEADLINEOPINIPEMPROV BABEL

Batasi Screentime Untuk Kesehatan Mental

×

Batasi Screentime Untuk Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
Foto: Dinas Kominfo

Mendapat julukan raksasa pengguna internet, Indonesia juga menempati peringkat pertama sebagai negara paling lama menggunakan HP per harinya di dunia.

Hal ini berdasarkan laporan tahunan Data AI bertajuk State of Mobile 2024 tentang negara yang memiliki waktu terlama dalam menggunakan perangkat mobile.

Warga Indonesia menghabiskan waktu dengan perangkat mobile seperti HP dan tablet pada 2023 mencapai 6,05 jam setiap hari. Waktu ini menjadi yang paling lama dibanding rata-rata di peringkat 10 besar dengan 5 jam.


Untuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, persentase pengguna internet atau penetrasi internetnya menduduki urutan ke-4 penetrasi tertinggi di Indonesia.

Hal ini menunjukkan sudah tidak sedikit masyarakat di Kep. Babel yang sudah familiar dengan digitalisasi. Namun, yang menjadi hal yang perlu digaris bawahi ialah, apakah tiap-tiap pengguna dapat memanfaatkan era digitalisasi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Hal ini dikarenakan, apabila penggunaan gawai secara berlebihan dapat memberikan dampak yang negatif. Mengutip dari website IHC Telemed, bahaya screen time berlebihan terhadap kesehatan mental diantaranya:

1. Stres dan Kecemasan

Interaksi berlebihan dengan media sosial dan konten online dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan, terutama pada kalangan remaja.

2. Isolasi Sosial

Meskipun terhubung secara digital, penggunaan layar yang berlebihan dapat meningkatkan risiko isolasi sosial di dunia nyata.

3. Ketergantungan dan Gangguan Kesehatan Mental

Screen time yang berlebihan telah terkait dengan risiko ketergantungan digital dan bahkan dapat menjadi faktor risiko bagi gangguan kesehatan mental seperti depresi.

Waktu screentime yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda. Penelitian telah menunjukkan korelasi antara peningkatan waktu menatap layar dan peningkatan tingkat depresi, kecemasan, dan gangguan mood lainnya.

Sebuah penelitian menemukan bahwa remaja yang menghabiskan lebih dari lima jam per hari di depan perangkat digital 70% lebih mungkin memiliki pikiran atau tindakan bunuh diri dibandingkan mereka yang menghabiskan kurang dari satu jam sehari.

Selain itu, waktu menatap layar yang berlebihan dapat memengaruhi tidur, menyebabkan kurang tidur, yang dikaitkan dengan depresi dan gangguan suasana hati lainnya. (Khumukcha & Sudhakar, 2023).

Sedangkan di Indonesia, justru lama waktu yang dihabiskan untuk menatap layar smartphone ialah 6,14 jam per hari di tahun 2022 dan 6,05 jam per hari di tahun 2023.

Meskipun durasi waktu di tahun 2023 berkurang, tetapi tetap saja Indonesia menjadi urutan pertama sebagai negara yang paling lama menatap layar hp, serta jika menilik penelitian di atas, menghabiskan lebih dari lima jam saja per hari bisa berdampak buruk untuk kesehatan khususnya kesehatan mental.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya para remajanya berada dalam kondisi berbahaya tanpa disadari.

Untuk itu, sangat diperlukan kemampuan untuk cakap digital, di mana sebagai pengguna dan penikmat kemajuan teknologi dapat bersikap bijak dalam berperilaku digital, baik itu tahu batasan, tahu menggunakan, tahu mana yang baik dan buruk.

Dalam hal ini, untuk menuju Babel Semakin Cakap Digital, ada baiknya kita secara sadar dapat membatasi screentime, agar kesehatan mental maupun fisik kita tetap terjaga.

Lalu, sebagai orangtua yang memang telah memberikan izin menggunakan hp kepada anak-anaknya, disarankan untuk mengawasi dan menegakkan peraturan tentang pembatasan lama menggunakan gawainya.

Karena jika tidak, maka dapat berdampak buruk bagi generasi bangsa, apalagi cita-cita kita ialah menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Sumber: Dinas Kominfo