BANGKA – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Pelepasan Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang diselenggarakan oleh Pokjar PKBM Jaya Bersama Takari, Desa Rebo, Kabupaten Bangka.
Pelepasan tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan kelulusan angkatan pertama dari program pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang telah dijalankan selama hampir dua tahun di Desa Rebo.
Melalui program ini, sekitar 30 pemuda dan pemudi yang sebelumnya putus sekolah berhasil diajak kembali melanjutkan pendidikan.
Selama mengikuti pembelajaran di PKBM Jaya Bersama Takari, mereka tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan hidup dan pemberdayaan masyarakat.
Keunikan PKBM Jaya Bersama Takari terletak pada lokasi belajarnya yang berada di kawasan Pantai Takari.
Suasana alam yang asri menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para peserta didik.
Selain pembelajaran umum sesuai kurikulum pendidikan kesetaraan, peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.
Kepala PKBM Jaya Bersama, Fitri Wulandari, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikannya.
“Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Teruslah belajar, teruslah bermimpi, dan teruslah melangkah menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kami berharap ilmu yang diperoleh di PKBM Jaya Bersama dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu lulusan Paket B, Kenzi Adelard, mengaku sangat bersyukur dapat kembali melanjutkan pendidikannya setelah sempat putus sekolah.
“Terima kasih kepada PKBM Jaya Bersama atas semua ilmu dan bimbingannya. Saya sangat bahagia karena ketika saya berhenti sekolah, saya diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di PKBM Jaya Bersama,” tuturnya.
“Sekarang saya sudah lulus dan akan melanjutkan pendidikan di SMA formal. Ini menjadi semangat baru bagi saya untuk terus mengejar cita-cita,” ujarnya.
Program pengentasan Anak Tidak Sekolah yang dijalankan PKBM Jaya Bersama Takari menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjangkau siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam bangku sekolah.
Melalui pendekatan yang humanis, pembelajaran berbasis alam, serta penguatan keterampilan dan pemberdayaan, PKBM Jaya Bersama terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermakna bagi masyarakat.
Kelulusan angkatan pertama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak putus sekolah lainnya agar tidak menyerah pada keadaan.
Pendidikan selalu membuka kesempatan kedua bagi siapa pun yang memiliki kemauan untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)
Bersama Takari,PKBM Jaya Lepas Angkatan Pertama Program Pengentasan Anak Tidak Sekolah






