PANGKALPINANG – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, menghadiri kegiatan rilis Berita Resmi Statistik yang digelar Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Rabu (1/10/2025).
Ketua Tim Statistik Ahli Madya BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, mengungkapkan inflasi tahunan di Kota Pangkalpinang tercatat 1,75%, angka yang dinilai cukup baik dan masih dalam kisaran target pemerintah.
“Secara tahunan kita masih berada pada range yang ditargetkan oleh pemerintah dan juga secara bulanan harga-harga juga relatif terkendali,” ungkapnya.
Aja Nasrun menuturkan, beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi antara lain daging ayam ras, cabai merah dan emas perhiasan.
Sedangkan daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,22% dan mengalami inflasi sebesar 11,24%.
“Kalau daging ayam rasnya harganya turun, maka inflasi kita juga akan turun,” ujarnya.
“Emas perhiasan juga menjadi perhatian karena tren andil inflasinya terus meningkat sejak awal tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga emas turut menyumbang inflasi di Pangkalpinang,” sambungnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Pangkal Pinang pada triwulan II tumbuh 5,53%. Angka ini dinilai sangat baik untuk standar kota Pangkalpinang.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga yang mencapai 3,31%.
“Dari sisi konsumsi terjadi peningkatan yang cukup banyak, artinya masyarakat kita mengkonsumsi di tingkat rumah tangga lebih banyak,” katanya.
Sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung perekonomian Kota juga mengalami pertumbuhan, meskipun tidak terlalu signifikan.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang menunjukkan tren positif.
Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan dan program.
Diharapkan, kondisi perekonomian yang baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. (kabarbangka.com)
Inflasi Terkendali, Pertumbuhan Ekonomi Positif






