PANGKALPINANG – Jumlah penerima Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional Kota Pangkalpinang turun hampir separuh tahun ini.
Jika tahun sebelumnya bantuan disalurkan kepada hampir 800 pelajar, kini hanya 433 pelajar yang menerima beasiswa.
Ketua BAZNAS Kota Pangkalpinang, Paidi, mengatakan penurunan tersebut berkaitan dengan belum maksimalnya penghimpunan zakat, infak dan sedekah.
Tahun ini, dari target penghimpunan Rp2,5 miliar, BAZNAS baru mengumpulkan sekitar Rp1,3 miliar.
“Lebih banyak tahun kemarin. Kalau tahun kemarin hampir 800-an,” kata Paidi, Kamis (24/9/2026).
Menurut Paidi, keterbatasan dana yang dihimpun turut memengaruhi kemampuan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar yang membutuhkan.
Tahun ini, BAZNAS menyalurkan total Rp155,95 juta kepada 433 pelajar tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.
Rinciannya, 247 pelajar SD/MI menerima Rp300 ribu per orang, sementara 196 pelajar SMP/MTs memperoleh Rp400 ribu per orang.
Di luar bantuan tersebut, masing-masing penerima mendapat dukungan konsumsi Rp25 ribu.
Paidi menjelaskan, Program Beasiswa Cendekia menyasar pelajar dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti biaya sekolah, pakaian, sepatu, buku dan perlengkapan lainnya.
“Tentu meringankan beban, karena yang dapat ini adalah kelas yang orang tuanya miskin, termasuk yang orang tuanya punya utang,” ujarnya.
Paidi mengatakan, dana beasiswa berasal dari penghimpunan zakat, infaq dan sedekah yang dihimpun dari ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga sekretariat daerah.
Namun, kontribusi tersebut belum maksimal. Menurut Paidi, baru sekitar 40–50 persen potensi kontribusi yang berjalan dan masih terdapat OPD maupun sekolah yang belum berkontribusi.
Padahal, BAZNAS memperkirakan potensi penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah di Pangkalpinang dapat mencapai sekitar Rp300 juta per bulan, atau Rp3,6 miliar dalam setahun.
“Tahun ini target kita sebenarnya Rp2,5 miliar. Sampai saat sekarang ini baru terkumpul hanya Rp1,3 miliar,” kata Paidi.
Sebagai pembanding, pada tahun sebelumnya BAZNAS menargetkan penghimpunan Rp3,2 miliar dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp2,1 miliar.
Paidi berharap kontribusi ZIS dapat diperluas, termasuk dari instansi vertikal yang ada di Pangkalpinang.
Ia menyebut sejumlah instansi seperti Polres, Kodim, Kejaksaan, pengadilan, BPS dan Pertanahan belum seluruhnya berkontribusi.
Sementara itu, Kementerian Agama dan Lapas Tuatunu disebut telah berkontribusi dalam penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah.
“Peningkatan penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah akan memperbesar kemampuan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan pendidikan dan program sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (KBC)






