HEADLINEKAMTIBMASPEMPROV

Mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil Sampaikan 3 Tuntutan

×

Mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil Sampaikan 3 Tuntutan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dika

PANGKALPINANG – Puluhan mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi Hari Tani dengan tajuk “Rakyat dan Kaum Muda Menangkan Reformasi Agraria Sejati” di gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (27/9/2024).

Dalam seruannya mereka menyampaikan perihal krisis agraria Bangka Belitung, kondisi umum kaum tani, masyarakat adat dan nelayan Babel serta pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam yang harus dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip yang ada.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Heri Alamsyah mengatakan melalui seruan ini mereka menyampaikan bagaimana keberpihakan pemerintah daerah untuk para petani dan nelayan.
[irp]
“Di Bangka Belitung sejak dulu sudah banyak krisis yang sampai sekarang belum selesai karena belum ada aksi nyata dari pemerintah. Hal kecilnya seperti konflik manusia dan budaya kenapa program yang memakan lahan-lahan masyarakat dan kita berpegang dengan pokok Undang-undang Agraria, namun diprakteknya belum ada yang sesuai,” kata Heri saat menyampaikan orasinya.

Oleh karena itu pihaknya menyampaikan tiga point tuntutan yakni pertama, moratorium pertambangan timah dan perkebunan monokultur skala besar yang meliputi penyetopan izin-izin baru, penangguhan izin yang ada serta mengevaluasi pelaksanaan reklamasi pasca tambang.
[irp]
Kedua, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan lapangan serta mengeluarkan Keputusan Gubernur mengenai terjadinya pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup di Bangka Belitung.

“Dan yang ketiga, wujudkan program agraria sejati dengan mencabut UU yang bertentangan dengan cita-cita revolusi Indonesia dan semangat UUPA Nomor 05 Tahun 1960,” tutupnya. (Dika)