HEADLINEUBB

Mahasiswa UBB Gelar Team Based Project di SD Negeri 29 Pangkalpinang: Angkat Permainan Tradisional Sebagai Media Belajar

408
×

Mahasiswa UBB Gelar Team Based Project di SD Negeri 29 Pangkalpinang: Angkat Permainan Tradisional Sebagai Media Belajar

Sebarkan artikel ini
Team Based Project Universitas Bangka Belitung. (Ist)

PANGKALPINANG – Mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan Team Based Project oleh Padlun Fauzi, selaku pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila di SD Negeri 29 Pangkalpinang dengan tema Melestarikan Permainan Tradisional, Kamis (6/11/2025) lalu.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan lokal kepada peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya, kerja sama, dan sportivitas melalui aktivitas yang edukatif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan tiga permainan tradisional, yaitu Ular Naga, Ekor Naga, dan Gerobak Sodor.

Ketiga permainan tersebut dipilih karena memiliki unsur kebudayaan yang kuat serta mampu mengembangkan kemampuan sosial, koordinasi dan kerja tim pada siswa.

Seluruh peserta didik terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan menunjukkan interaksi positif selama permainan berlangsung.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung yang terdiri dari Muhammad Dio Saputra, Bintang Raja Aslam, William Ifolala Gulo, Fardiaz Akhmad Gaveri, Fathin Azka Atallah, Selvi Sovia Marlin, dan Daffina Nadine Septiasa Manurung.

Seluruh anggota berperan dalam koordinasi teknis permainan, pengaturan jalur, serta pendampingan siswa sehingga kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana.

Dio selaku koordinator lapangan mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini, siswa dapat kembali melestarikan permainan tradisional yang sudah lama jarang terlihat.

“Alasan kami memilih tema Permainan Tradisional dalam Team Based Project ini adalah karena siswa zaman sekarang sudah sangat jarang bermain di luar bersama teman-temannya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone masing-masing,” ungkap Dio.

“Jadi, melalui kegiatan ini siswa dapat kembali mengenal permainan tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membuat siswa lebih aktif dalam aktivitas fisik,” jelasnya.

Bintang, selaku humas juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah karena sudah mau menerima kami di SD Negeri 29 Pangkalpinang.

“Kami sangat berterima kasih kepada SD Negeri 29 Pangkal Pinang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan Team Based Project di lingkungan sekolah dan juga kami berterima kasih kepada para siswa yang sudah antusias dengan adanya kegiatan kami,” tuturnya.

“Melalui permainan tradisional ini, kami berharap siswa dapat mengenal kembali budaya lokal sekaligus mengembangkan kerja sama dan sportivitas. Dukungan pihak sekolah membuat kegiatan ini berjalan dengan baik, tertib, dan penuh antusiasme,” katanya.

Selvi dan Daffina selaku konten kreator juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak sekolah yaitu guru-guru, kepala sekolah, dan terutama kepada siswa-siswi yang berpartisipasi dan sangat excited dalam kegiatan Team Based Project di lingkungan sekolah yang telah dilakukan.

“Kami sangat berharap semoga dengan adanya kegiatan yang telah di lakukan ini semua siswa/i SD Negeri 29 Pangkal Pinang, tetap melestarikan permainan tradisional ini,” ucapnya.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini karena mampu menghadirkan suasana belajar yang aktif dan sarat nilai kebudayaan.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi.

Melalui pelaksanaan Team Based Project ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan berbasis budaya, sementara siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. (DBF)