BANGKA TENGAH – Puluhan truk dan kendaraan pengangkut barang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sopir Sungai Selan (IKSS) di Pelabuhan Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah terpaksa menghentikan aktivitas mereka, Rabu (3/9/2025).
Berhentinya aktivitas itu menyusul pemblokiran kartu akses Bahan Bakar Minyak (BBM) secara misterius oleh Pertamina. Akibat pemblokiran tersebut rantai distribusi barang kebutuhan jadi tersendat.
Pasokan ke pasar tradisional dan modern terganggu, tentunya ini dikhawatirkan akan berakibat pada lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Rudi, salah seorang sopir truk pengangkut mengatakan, pemblokiran tanpa alasan jelas ini terjadi sejak malam. Ia mengaku tidak mengetahui alasan kartu akses barcode pengisian BBM miliknya diblokir.
“Kami tidak bisa mengisi BBM karena kartu akses Barcode kami diblokir sejak malam tadi, sebelumnya kartu bisa di pakai seperti biasanya. Anehnya, hanya di Sungai Selan saja yang diblokir, sedang wilayah lainnya tidak,” ungkapnya kesal.
Lanjut Rudi, akibat pemblokiran ini, ia dan rekan-rekannya tidak bisa mendiskusikan barang-barang yang diturunkan dari kapal.
“Ini namanya matikan usaha kami pelan-pelan. Sudah biaya operasional tinggi, sekarang BBM dipersulit, pemerintah dan Pertamina harusnya bantu, bukan malah begini,” katanya.
Masih kata Rudi, dirinya kecewa dengan apa yang dilakukan pihak Pertamina ini, karena jelas mematikan pencarian supir pengangkut barang.
“Dulu katanya kartu ini untuk memudahkan, tapi sekarang malah jadi masalah. Kami merasa dijebak, lebih baik kembalikan saja sistem yang lama, kami ini tulang punggung distribusi kalau kami berhenti, semua kena imbasnya. Tolong pikirkan nasib kami dan masyarakat luas,” terangnya.
Sementara itu, Pihak Pertamina masih di upayakan konfirmasinya terkait masalah pemblokiran barcode pengisian BBM tersebut. (kabarbangka.com)
Misteri Pemblokiran Barcode BBM: Pertamina Bungkam, Sopir Resah






