HEADLINEKAMTIBMAS

Puluhan Warga Sadai Datangi Polres Basel

688
×

Puluhan Warga Sadai Datangi Polres Basel

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Sadai mendatangi Satreskrim Polres Bangka Selatan, Senin (18/11) kemarin. (Foto: Ist)

BANGKA SELATAN – Satreskrim Polres Bangka Selatan didatangi puluhan warga Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Senin (18/11/2024) kemarin.

Kedatangan warga tersebut untuk melaporkan dugaan penyerobotan lahan oleh perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Sadai dan pemalsuan data yang diduga dilakukan oknum aparat desa setempat.

Salah satu perwakilan warga Desa Sadai, Adi Karno, menjelaskan poin pertama yang mereka laporkan adalah pemalsuan data dan dokumen oleh oknum aparat desa.

Poin kedua mereka akan melaporkan terkait penyerobotan lahan oleh perusahaan dan poin ketiga mengenai penyelesaian pembayaran lahan yang sudah diberikan uang muka.

“Luas lahan yang kami permasalahkan mencapai sekitar 100 hektare, dengan kepemilikan tersebar di berbagai kelompok masyarakat. Dari 50 warga yang terdampak, sekitar 20 orang hadiir langsung hari ini di Polres Basel untuk melaporkan permasalahan mereka,” bebernya.

Adi menuturkan, dalam konsultasi dengan pihak Polres Bangka Selatan, warga diminta untuk melengkapi laporan mereka dengan bukti-bukti yang kuat dan valid serta sesuai dengan hak-hak warga.

“Meski kami belum dapat memberikan rincian terkait dokumen yang dimaksud, namun kami meyakini surat-surat tersebut diterbitkan oleh Pemerintah Desa Sadai. Dan dugaan ini memicu kekhawatiran warga akan kepastian hukum atas lahan yang mereka miliki,” kata Adi.

Adi juga berharap agar masalah ini segera terselesaikan. Ia meminta Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum memberikan solusi yang adil dan komprehensif untuk menghindari konflik berkepanjangan.

“Kami meminta agar pihak perusahaan sesegera mungkin memberikan ganti rugi atas lahan warga yang sudah diberikan uang muka. Kami juga berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti dan hak-hak warga sebagai pemilik lahan dapat terpenuhi,” pungkasnya

Sementara itu Kepala Desa Sadai dan pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. (Gun)