BANGKA – Masyarakat nelayan dan pesisir di Kabupaten Bangka angkat bicara terkait masifnya gerakan memilih kotak kosong.
Albar, salah satu tokoh nelayan an pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bangka, menyatakan sikap dengan tegasnya menolak memilih kotak kosong itu.
Menurut Albar, memilih kotak kosong yang disinyalir sebagai alternatif pada Pilkada serentak 2024 nanti bukanlah pilihan yang bijak.
[irp]
“Emang siapa kotak kosong itu? Apakah dia bisa mengambil kebijakan untuk membantu masyarakat yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya?” katanya mempertanyakan.
“Kami ini orang yang memang pendidikan tidak begitu tinggi. Tapi kami cukup cerdas dalam menentukan pilihan, dan kami tidak bodoh untuk memilih kotak kosong,” imbuhnya.
Lebih lanjut Albar mengatakan, masyarakat pesisir fokus dalam rutinitas sebagai nelayan yang setiap hari melakukan penangkapan ikan.
[irp]
“Pak Mulkan itu orang baik. Kalau ada yang baik, kenapa harus pilih yang pura-pura baik? Apalagi kotak kosong yang tidak jelas,” ujarnya.
“Daripada kami termakan isu yang tidak jelas, lebih baik kami fokus melawan dompet kosong dengan kerja, kerja dan kerja,” demikian Albar. (Romlan)
Siapa Kotak Kosong Itu?






