PANGKALPINANG – PT Timah Tbk menggelar kegiatan Sosialisasi MediaMIND di Graha Timah Pangkalpinang, Selasa (26/8/2025).
Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan jurnalis sebagai ajang apresiasi karya sekaligus wadah untuk mengenal lebih dekat operasional perusahaan pertambangan timah tersebut.
Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi Siahaan, mengatakan kegiatan ini menjadi forum positif yang memberi peluang bagi karya mahasiswa maupun jurnalis untuk diapresiasi di tingkat nasional.
“Ini adalah ajang yang sangat positif untuk teman-teman mahasiswa dan jurnalis di Bangka Belitung agar karya-karyanya bisa diapresiasi secara nasional,” ujar Anggi.
Dalam paparannya, Anggi menjelaskan sejarah panjang PT Timah yang bermula dari tiga perusahaan Belanda. Pada era 1960-an, perusahaan-perusahaan tersebut dinasionalisasi menjadi KN5.
Kemudian pada 1976 bertransformasi menjadi PT Timah Tbk, dan pada 1995 melakukan penawaran saham perdana.
Kini, PT Timah merupakan bagian dari holding industri pertambangan Indonesia, Mining Industry Indonesia (MIND ID).
Anggi juga memaparkan struktur grup PT Timah yang membawahi sejumlah anak usaha, di antaranya PT Timah Industri, PT Timah Investasi Mineral, serta PT Timah Agro Manunggal.
PT Timah menjalankan proses bisnis yang mencakup tahapan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, penjualan, hingga pascatambang.
“Idealnya perusahaan pertambangan melakukan eksplorasi dulu, kemudian eksploitasi, pengolahan, penjualan, dan di ujungnya adalah pascatambang,” terang Anggi.
Dalam kesempatan itu, Anggi menekankan komitmen PT Timah terhadap keberlanjutan yang diwujudkan melalui enam pilar utama, mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga operasional.
Ia mengungkapkan, produksi timah PT Timah mengalami tren penurunan sejak 2021. Hingga Juni 2025, produksi baru mencapai sekitar 6 ribu ton. Meski demikian, PT Timah tetap menjadi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) terbesar di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.
“Dukungan terhadap PT Timah penting karena pendapatan perusahaan turut dikembalikan ke negara,” tegasnya.
PT Timah juga menegaskan komitmennya pada aspek lingkungan melalui kegiatan reklamasi darat dan laut. Sejak 2015 hingga Juni 2025, perusahaan telah mereklamasi sekitar 3.000 hektare lahan. Secara kumulatif sejak 1992, reklamasi yang dilakukan mencapai 16 ribu hektare.
Selain reklamasi darat, PT Timah juga melakukan reklamasi laut dengan menenggelamkan ribuan unit terumbu karang buatan.
Di sisi lain, perusahaan terus melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau CSR. Sektor pendidikan dan keagamaan menjadi salah satu fokus utama.
“Beberapa sektor seperti pendidikan dan keagamaan menjadi fokus CSR PT Timah,” pungkas Anggi. (kabarbangka.com)
Sosialisasi MediaMIND Jadi Forum Positif






