HEADLINEPEMKOT

3.626 Keluarga Terima Bantuan Pangan Pemerintah

×

3.626 Keluarga Terima Bantuan Pangan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Samri

PANGKALPINANG – Sebanyak 3.626 keluarga di Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, menerima bantuan pangan dari Pemerintah Pusat berupa beras dan minyak goreng.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengatakan penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat penerima manfaat.

Khusus wilayah Kecamatan Rangkui, bantuan yang disalurkan mencapai 75.520 kilogram beras dan 14.504 liter minyak goreng.

Salah satu wilayah penerima bantuan adalah Kampung Keramat dengan jumlah penerima sebanyak 804 PBP, menerima beras sebesar 16 ton 80 kilogram serta minyak goreng sebanyak 3.216 liter, Rabu (10/6/2026).

Samri berharap bantuan tersebut dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan pangan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Samri kepada Mediaqu.id.

Data penerima bantuan pangan di Kecamatan Rangkui tersebar di delapan kelurahan.

Kelurahan dengan penerima terbanyak berada di Parit Lalang sebanyak 1.095 PBP, disusul Keramat sebanyak 804 PBP.

Rincian penerima bantuan pangan di Kecamatan Rangkui yakni Kelurahan Keramat sebanyak 804 PBP, Kelurahan Gajah Mada sebanyak 371 PBP, Kelurahan Parit Lalang sebanyak 1.095 PBP, Kelurahan Asam sebanyak 290 PBP.

Kelurahan Melintang sebanyak 330 PBP, Kelurahan Pintu Air sebanyak 446 PBP, Kelurahan Masjid Jamik sebanyak 170 PBP, dan Kelurahan Bintang sebanyak 120 PBP.

Secara keseluruhan, penyaluran bantuan pangan periode Februari dan Maret 2026 di Kota Pangkalpinang diberikan kepada 20.211 PBP.

Total bantuan yang disalurkan mencapai 404.220 kilogram beras dan 80.844 liter minyak goreng.

Program bantuan pangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat, menangani kerawanan pangan, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Harapnya bantuan tersebut dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat,” katanya. (KBC)

Tinggalkan Balasan