HEADLINEPEMPROV

Berdasarkan Statistik Ekonomi, Data Ini Paling Banyak Digunakan Instansi

×

Berdasarkan Statistik Ekonomi, Data Ini Paling Banyak Digunakan Instansi

Sebarkan artikel ini
Foto: Ist

PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sejauh ini data mengenai keadaan ekonomi, seperti inflasi, ekspor impor menjadi indikator digunakan oleh stakeholder atau instansi terkait.

Disamping itu, data sosial seperti angka kematian, penganguuran, kemiskinan dan beberapa data lainnya sering dijadikan acuan dalam mendukung pembangunan.

“Yang paling banyak jadi acuan atau data yang digunakan saat ini data-data keadaan ekonomi dan sosial. Data-data ini mencerminkan kondisi sesungguhnya masyarakat dan berfungsi sebagai koreksi untuk memastikan bahwa rencana yang dibuat sudah tepat sasaran atau tidak,” kata Kepala BPS Babel, Toto H. Silitonga, Jumat (20/9/2024).
[irp]
Ia menekankan peran vital BPS dalam menyediakan data yang menjadi dasar evaluasi, pemantauan, dan perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, data yang dihasilkan BPS berfungsi sebagai alat ukur penting bagi pemangku kepentingan di tingkat pemerintah daerah maupun provinsi.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan relevansi data, BPS Bangka Belitung terus berinovasi, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder dalam memperoleh data.
[irp]
Toto juga menggarisbawahi pentingnya literasi statistik di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus.

“Kita juga melibatkan mahasiswa dalam statisti ini karena mereka perlu memiliki pengetahuan statistik yang cukup, sehingga dapat memahami dan mengolah data dengan efektif,” ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan data statistik dari Badan Pusat Statistik sangat krusial di bidang kesehatan.
[irp]
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Andri Nurtito mengatakan, karena BPS bekerja dengan WHO dan menggandeng sektor kesehatan sehingga vital stastik sangat dibutuhkan, misalnya terkait data kematian ibu hamil dan bayi menjadi hal prinsip bagi Dinas Kesehatan.

“Dan ini kami bekerjasama dengan BPS termasuk angka kelahiran, itu namanya vital statistik . Oleh karena itu sinergi kami di dalam pengelolaan data,” ucap Andri. (Dika)