PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai bergerak jelang penilaian Adipura tahun 2025.
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menyampaikan pentingnya menjadikan momen ini sebagai kebangkitan semangat bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Hal itu disampaikan Mie Go saat memimpin rapat persiapan Adipura 2025 di Balai Besar Betason, Senin (11/8/2025).
Menurutnya, setelah lebih dari 10 tahun tidak meraih penghargaan Adipura, tahun ini menjadi momentum baru untuk kembali menata kota menuju arah yang berkelanjutan.
“Jangan sampai kita terlena. Sudah lebih dari 10 tahun kita tidak merasakan lagi atmosfer Adipura. Sekarang saatnya ini sebagai semangat baru, kita berjibaku bersama, bergandengan tangan untuk kembali memperjuangkan penghargaan ini,” katanya.
Mie Go menegaskan, Adipura bukan sekadar ajang penghargaan, namun merupakan strategi untuk membangun kota berkelanjutan yang peduli terhadap lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat serta komitmen kuat dari Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dalam paparannya Mie Go menuturkan, terdapat empat kategori dalam penilaian Adipura, yakni Kota Terkotor, Sertifikat Adipura, Piala Adipura, dan Adipura Kencana.
Untuk bisa meraih minimal sertifikat Adipura, kota harus mencapai nilai pemantauan antara 71–73, dengan nilai di atas 73 baru bisa masuk kategori Piala Adipura.
Namun persaingan tentu akan ketat, karena melibatkan kota-kota lain di Indonesia.
Mie Go juga menyatakan, tempat pembuangan akhir atau TPA memiliki bobot penilaian paling besar, yaitu 50 persen. Maka dari itu, pembenahan TPA menjadi perhatian utama.
“TPA menjadi bobot penilaian tertinggi. Artinya, kalau TPA kita belum maksimal, maka peluang kita mendapatkan Adipura akan sulit,” tegasnya.
Ia menambahkan, anggaran pengelolaan lingkungan juga harus ditingkatkan.
Jika saat ini anggaran masih di bawah 3 persen dari APBD, maka untuk bisa masuk dalam kategori yang lebih tinggi, anggaran harus ditingkatkan di atas 3 persen tahun depan.
Beberapa titik pantau yang menjadi fokus utama dalam penilaian berjumlah 17 hingga 18 titik, termasuk taman kota, bank sampah induk, dan bank sampah unit.
Mie Go berharap agar seluruh pihak baik OPD, camat, lurah, hingga masyarakat dapat menyatukan langkah untuk menyambut penilaian Adipura 2025 dengan semangat baru.
“Ini rumah kita bersama, mari kita jaga dan rawat dengan baik,” tutupnya. (kabarbangka.com)
Sekda Jelaskan Kategori Penilaian Adipura Tahun 2025






