BABARHEADLINE

Akibat Konflik AS-Israel Vs Iran, Jamaah Haji Terancam Batal Diberangkatkan

29
×

Akibat Konflik AS-Israel Vs Iran, Jamaah Haji Terancam Batal Diberangkatkan

Sebarkan artikel ini
Lela Aspani

BANGKA BARAT – Di tengah situasi semakin memanas yang diakibatkan eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada Maret 2026 yang berdampak serius pada penerbangan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran terkait pelaksanaan ibadah haji 2026, termasuk jama’ah haji Bangka Barat.

Pemerintah Indonesia menyiapkan tiga skenario: tetap memberangkatkan dengan rute alternatif, penundaan, atau pembatalan demi keselamatan jemaah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bangka Barat, Lela Aspani di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026).

“Karena perang ini, kemarin dari pusat merapat ke DPRD, tiga opsi yang ingin disampaikan dengan jemaah. Opsi yang pertama, penerbangan kita itu dialihkan,” ungkapnya.

“Misalnya lewat Oman untuk beli avtur, bahan bakarnya, Kemudian mungkin muter ke Afrika. Itu prediksi mereka muter, yang biasanya kita 9 jam bisa 12 jam yang mengakibatkan biaya operasionalnya bertambah, sedangkan pelunasan jemaah sudah selesai,” jelasnya.

Sedangkan opsi yang kedua, jika pemerintah Indonesia yang membatalkan, lalu bagaimana biaya yang sudah disetorkan ke Arab Saudi? Apakah kembali 100%?

“Opsi yang terakhir, pemerintah Arab Saudi yang membatalkan? Bagaimana dengan operasional kita yang sudah disetorkan? Jadi opsi-opsi ini belum tahu yang mana dipilih,” katanya.

Lela mengakui adanya kekhawatiran, mengingat para jamaah telah lama menunggu untuk diberangkatkan serta menumpuknya daftar tunggu.

“Kami agak deg-degan juga menyampaikan ini. Jamaah ini tidak kurang 13 tahun menunggu. Rata-rata mereka daftar 2013 bulan Februari, Maret, April, Mei, Juni. Kuota kita haji ini tahun ini,” tuturnya.

“Harapan kita semoga situasi ini aman sehingga bisa berangkat, mengingat waiting list kita sudah banyak, 3.500 lebih kalau Bangka Barat,” harapnya.

Lela juga mengatakan, pihaknya trlah menyampaikan kepada jemaah pada Oktober tahun lalu melalui sosialisasi di beberapa kecamatan, menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan keamanan jamaah.

“Kita mengatakan bahwa syarat untuk pergi haji itu istitha’ah, keamanan dan stabilitas nasional bahkan internasional karena menyangkut negara Timur Tengah yang akan kita berangkatkan, selain istitha’ah kesehatan dan istitha’ah keuangan. Jadi keamanan itu yang nomor satu juga, sangat penting,” terangnya.

Lela belum bisa memastikan kapan jamaah haji dari Bangka Barat akan diberangkatkan. Dia berharap segera ada informasis pasti dari pemerintah pusat.

“Kita nunggu dalam waktu dekat ini, sebab jemaah kita kan untuk pemberangkatan yang pertama, untuk jemaah yang pertama masuk asrama haji itu tanggal 24 April kalau nggak salah, ya,” imbuhnya.

Terakhir, Lela menyampaikan kondisi jamaah Bangka Barat berjumlah 130 orang yang siap diberangkatkan dengan rangkaian manasik haji yang telah beberapa kali dilaksanakan.

“Kalau kita Bangka Barat kloter 7 itu tanggal 30 April masuk asrama haji jam 15:30 sore. Jadi itu, kita nunggu dulu kondisi saat ini tapi kayaknya tambah kencang,” pungkasnya. (KBC)