BANGKA TENGAH – Sejumlah kelompok pembudidaya ikan air tawar di Desa Pedindang, Kecamatan Pangkal Baru, melontarkan kritik keras terhadap Dinas Perikanan Bangka Tengah yang dinilai minim perhatian.
Mereka menilai dinas lebih fokus pada kelompok budidaya di wilayah Pinang Sebatang.
Salah seorang pembudidaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bantuan terakhir yang mereka terima sudah terjadi beberapa tahun lalu. Sejak itu, tidak ada lagi program yang menyentuh kelompok mereka.
“Kami merasa seperti dianaktirikan. Padahal kami juga butuh perhatian dan dukungan dari dinas,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, meskipun penyuluh perikanan kerap turun ke lapangan, kehadiran tersebut dinilai belum memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha mereka.
“Penyuluh memang sering datang, tapi kami tetap lebih banyak bekerja sendiri. Kami berharap dinas tidak membeda-bedakan perlakuan,” tegasnya.
Menurutnya, jumlah pembudidaya ikan air tawar di Desa Pedindang cukup banyak, namun sebagian besar belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah.
“Di desa ini banyak petani ikan air tawar, tapi rata-rata tidak mendapat bantuan. Ini yang kami pertanyakan,” katanya.
Para pembudidaya juga menyoroti dugaan adanya ketimpangan perhatian antar wilayah. Mereka mempertanyakan alasan kelompok di daerah lain dinilai lebih diutamakan.
“Apa bedanya kami dengan yang lain? Apa karena di Pinang Sebatang banyak anggota dewan, sehingga lebih diperhatikan?,” ungkapnya.
Para pembudidaya berharap Dinas Perikanan Bangka Tengah dapat bersikap adil dan memberikan perhatian yang merata, termasuk kembali menyalurkan bantuan untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka.
Sementara itu, pihak Dinas Perikanan Bangka Tengah masih diupayakan konfirmasi oleh penulis, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. (KBC)
Pembudidaya Ikan di Desa Pedindang Merasa Dianaktirikan






