HEADLINEPEMKOT

Susanti Tekankan Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga

177
×

Susanti Tekankan Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Kegiatan KIE B2SA serta pelatihan pengolahan pangan lokal untuk dasawisma keluarga di Aula Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Selasa (14/4).

PANGKALPINANG – Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, resmi membuka kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) B2SA serta pelatihan pengolahan pangan lokal untuk dasawisma keluarga di Aula Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kota Pangkalpinang dan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang bernilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Susanti menekankan pentingnya peran ibu-ibu dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Ia berharap pelatihan ini dapat diikuti dengan serius agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga dapat menjadi peluang meningkatkan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal, tanpa harus bergantung pada bahan impor seperti gandum.

Menurutnya, bahan lokal seperti singkong dapat diolah menjadi tepung sebagai alternatif yang tidak kalah berkualitas.

“Melalui pelatihan ini, kita didorong untuk memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar kita. Selain lebih ekonomis, juga dapat meningkatkan nilai jual jika diolah dengan baik,” tambahnya.

Kegiatan KIE B2SA ini dibagi dalam dua angkatan. Pada hari pertama, peserta merupakan perwakilan dari kelurahan di Kecamatan Bukit Intan, Taman Sari, Pangkal Balam, dan Girimaya.

Sementara hari kedua akan diikuti oleh perwakilan TP PKK Kecamatan Pangkalpinang serta kelurahan di Kecamatan Rangkui dan Gabek.

Susanti juga menyinggung momentum pasca Idulfitri sebagai waktu yang tepat untuk memulai kegiatan positif, termasuk meningkatkan keterampilan dalam pengolahan pangan.

“Setelah Idulfitri, ini saat yang baik bagi kita untuk kembali produktif. Ilmu yang didapat hari ini diharapkan dapat dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun usaha kecil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, yang turut hadir mendampingi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola konsumsi sehat berbasis pangan lokal, serta mampu mengembangkan potensi tersebut menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Susanti mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti setiap sesi pelatihan serta menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.

“Harapan saya, ibu-ibu dapat menjadi agen perubahan di keluarga dan masyarakat dalam mengonsumsi dan mengolah pangan lokal yang sehat dan bernilai,” tambahnya. (KBC)

Tinggalkan Balasan