DPRDHEADLINE

Eddy Iskandar Dorong Sekolah Vokasi di Bangka Belitung

86
×

Eddy Iskandar Dorong Sekolah Vokasi di Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini
Eddy Iskandar membuka reses di SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Jumat (15/5).

PANGKALPINANG – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, mendorong sekolah vokasi untuk SMK di Bangka Belitung agar bisa menyiapkan lulusan yang siap bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan legal.

Hal itu disampaikan Eddy saat membuka kegiatan reses DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa sidang II di SMAN 2 Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).

Eddy mengungkapkan dirinya bersama sejumlah pihak sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk membahas peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini membuka peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja Indonesia di berbagai negara.

“Penempatan tenaga kerja yang dikelola pemerintah terbuka hampir 300 ribu lapangan pekerjaan,” ujar Eddy.

Ia mengatakan, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh daerah, khususnya Bangka Belitung, melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan tenaga kerja muda.

Eddy juga menyoroti masih adanya warga Bangka Belitung yang berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.

Bahkan, kata dia, sekitar 150 orang asal Bangka Belitung terdeteksi berangkat secara ilegal ke Myanmar dan sebagian di antaranya sempat mengalami persoalan hingga harus dipulangkan.

“Kita lihat sendiri di berita, anak-anak kita yang berangkat sendiri melalui jalur ilegal ke Myanmar hampir 150 orang yang terdeteksi dan kami juga ikut membantu memulangkannya,” katanya.

Selain itu, Ketua Fraksi Golkar ini menyebut saat ini sudah ada beberapa lembaga yang menyalurkan tenaga kerja ke Jepang dan negara lainnya secara resmi. 

Karena itu, ia berharap sekolah-sekolah vokasi dapat berkolaborasi dengan pemerintah maupun kementerian terkait agar para siswa memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan kerja internasional.

Eddy menilai pendidikan tidak hanya berfokus pada kelulusan siswa, tetapi juga harus mampu mencetak tenaga kerja siap pakai yang bisa bersaing di dunia kerja, termasuk di luar negeri.

“Nah, saya pikir peluang seperti ini yang harus kita pikirkan ke depan. Kita bukan hanya menyiapkan anak-anak yang tamat sekolah, tapi memang tenaga kerja terampil yang bisa ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga menghadirkan perwakilan dari kementerian terkait untuk memberikan penjelasan mengenai peluang dan mekanisme penempatan kerja luar negeri kepada para peserta reses dan pihak sekolah.

“Harapnya ke depan ada kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan kementerian untuk menyiapkan kurikulum maupun pelatihan tambahan bagi siswa yang memiliki minat bekerja di luar negeri secara legal dan profesional,” katanya. 

Hadir dalam reses, Ucok Oktahaber, Rustam Nataris, Hardi, Dody Kusdian, dan Sadiri. (KBC)

Tinggalkan Balasan