HEADLINERAGAM

Anak-anak Korban Kebakaran Tetap Sekolah

×

Anak-anak Korban Kebakaran Tetap Sekolah

Sebarkan artikel ini
Proses belajar mengajar anak-anak korban kebakaran di Dusun Serdang, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan. (ist)

BANGKA SELATAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan menyiapkan bantuan seragam, buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba.

Bantuan ditargetkan dapat disalurkan dalam waktu dekat, sementara kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian jam dan pemanfaatan ruang kelas.

Kepala Dindikbud Bangka Selatan, Anshori, mengatakan pihaknya juga mengupayakan bantuan sepatu bagi siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.

“Dalam waktu dekat ini kami akan membagikan seragam, buku, alat tulis, dan perlengkapan lainnya. Mudah-mudahan sepatu juga bisa kita upayakan,” kata Anshori, Senin (12/10/2026).

Menurut dia, siswa terdampak tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 7. Sekolah tersebut juga digunakan sebagai tempat pengungsian sehingga pemanfaatan ruang kelas harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Anshori mengatakan penyesuaian dilakukan terhadap waktu dan jam belajar. Sebagian ruang kelas masih dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan di tengah kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.

“Sementara anak-anak tetap masih sekolah, sistem penyesuaian waktu belajar, jam belajar, dan keadaan belajar saja. Tempatnya masih di situ karena SD 7 dibuka dan juga untuk tempat pengungsian, jadi kelas-kelasnya masih bisa digunakan sebagian,” ujarnya.

Selain menyiapkan bantuan perlengkapan, Dindikbud membuka posko pengaduan dan layanan kependidikan untuk membantu siswa, orang tua, serta guru menangani persoalan yang muncul setelah kebakaran.

Anshori mengatakan koordinasi telah dilakukan sejak peristiwa tersebut terjadi. Jajaran Dindikbud juga mendatangi sekolah pada Sabtu dan Minggu untuk melihat kebutuhan pendidikan warga terdampak.

Posko tersebut melayani laporan kehilangan atau kerusakan dokumen administrasi pendidikan, termasuk ijazah, rapor, dan dokumen sekolah lainnya. Warga juga dapat menyampaikan kebutuhan perlengkapan belajar bagi anak-anak yang terdampak.

“Kami akan buka posko pelayanan pengaduan dan layanan kependidikan. Mungkin ada data-data yang hilang dari sisi ijazah, rapor, dan dokumen administrasi pendidikan lainnya,” kata Anshori.

Dindikbud juga menyiapkan Coaching Clinic bagi guru dan siswa untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan selama masa pemulihan. Bentuk penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang disampaikan melalui layanan tersebut.

Meski demikian, Anshori belum merinci jumlah siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang terdampak kebakaran.

“Data penerima bantuan, jadwal pasti pembagian perlengkapan sekolah, serta pengaturan terperinci kegiatan belajar selama sekolah digunakan sebagai tempat pengungsian juga belum disampaikan,” jelasnya. (KBC)

Tinggalkan Balasan