HEADLINEKAMTIBMAS

Bekali Warga Binaan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

×

Bekali Warga Binaan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Rutan Kelas IIA Mentok belajar pemulasaran jenazah. (Ist)

BANGKA BARAT – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mentok berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat menggelar program Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Selasa (6/10/2026).

Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai pembekalan teori, tetapi juga dilengkapi dengan sertifikasi resmi yang diakui negara sebagai bekal hidup mandiri setelah bebas nanti.

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan harkat, martabat, serta hubungan hidup dan penghidupan para warga binaan di tengah masyarakat.

“Kami sengaja mengadakan perjanjian kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama agar kegiatan ini tidak sia-sia dan berhenti pada pengetahuan saja. Sertifikat resmi akan diberikan setelah Anda benar-benar mahir, sehingga dapat digunakan ketika bebas nanti,” ujar Andri Ferly di hadapan para warga binaan.

Menurutnya, pengembalian fungsi sosial warga binaan mencakup tiga pilar utama:

Hubungan Hidup: Menjadikan warga binaan sebagai pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Penghidupan: Membuka peluang mencari nafkah secara halal melalui keahlian khusus yang langka dan sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kehidupan: Menciptakan kesejahteraan bagi diri sendiri dan keluarga sehingga menutup celah untuk mengulangi tindak kriminalitas.

Andri menambahkan, keterampilan mengurus jenazah merupakan bidang yang sangat mulia dan spesifik, di mana tenaga ahlinya di masyarakat kerap dicari namun jumlahnya terbatas.

Dengan mengantongi sertifikat resmi, para mantan warga binaan diharapkan tidak lagi merasa minder atau malu, melainkan dapat langsung terjun membantu warga kampung yang membutuhkan, sekaligus memulihkan nama baik keluarga.

Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Barat, Parhad selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf menyampaikan apresiasi atas sinergi humanis tersebut.

Parhad berpesan agar para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan sabar, tabah, dan mengambil hikmah positif dari setiap permasalahan hidup.

“Setiap orang pasti memiliki masalah, hanya saja bentuknya berbeda-beda. Semoga kegiatan keagamaan ini dapat menyentuh human spirit bapak-bapak sekalian, sehingga kelak saat keluar dari tempat ini menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah,” ungkap Parhad.

Melalui sinergi antara Rutan Mentok dan Kemenag Bangka Barat ini, diharapkan para warga binaan mampu mentransformasikan diri menjadi agen kebaikan yang mandiri, produktif, dan diterima kembali dengan hormat oleh masyarakat luas. (KBC)

Tinggalkan Balasan