HEADLINEKAMTIBMAS

Bikin Warga Sekitar Resah! Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Dekat SUTET

300
×

Bikin Warga Sekitar Resah! Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Dekat SUTET

Sebarkan artikel ini
Tambang timah berakyifitas dekat SUTET di Koba, Bangka Tengah. (Ist)

BANGKA TENGAH – Aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan Merbuk, belakang Pasar Koba, yang masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah, kembali menjadi sorotan publik setelah video kegiatan tersebut viral di media sosial.

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada praktik tambang ilegalnya, tetapi juga pada lokasi aktivitas yang disebut-sebut mendekati infrastruktur vital negara, yakni Menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN.

Jika benar penambangan berlangsung di sekitar jaringan tersebut, risikonya bukan sekadar kerusakan lingkungan. Aktivitas di sekitar fondasi menara SUTET berpotensi mengganggu stabilitas struktur.

Dalam kondisi ekstrem, tentunya ini dapat memicu gangguan pasokan listrik skala besar untuk wilayah Bangka Tengah hingga Bangka Selatan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai sistem pengawasan di kawasan IUP PT Timah. Sebagai pemegang IUP resmi, perusahaan harusnya memiliki mekanisme pengamanan aset yang ketat, terlebih pada area yang berdekatan dengan objek vital nasional.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak aktivitas tambang di dekat SUTET, muncul pula dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Polres Bangka Tengah berinisial DW dalam aktivitas tersebut.

Dugaan tersebut masih sebatas informasi yang berkembang di lapangan dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait. Namun isu ini telah memicu persepsi negatif serta keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau masyarakat kecil cepat ditindak, kenapa yang ini seperti tidak tersentuh,” ujar D, warga sekitar Merbuk, Kamis (12/2/26).

Masyarakat berharap PT Timah, aparat kepolisian, serta pihak PLN segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret untuk menghentikan aktivitas ilegal di kawasan tersebut, sekaligus memastikan keamanan infrastruktur vital negara tetap terjaga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Timah dan Polres Bangka Tengah masih dalam upaya konfirmasi dan belum memberikan tanggapan resmi. (KBC)